Tekan Risiko Kecelakaan, Dishub Jatim Sosialisasi Keselamatan Perlintasan KA di Kediri

Tim Dishub Propinsi Jatim sosialisasi Keselamatan Di Perlintasan Sebidang Kereta Api di Balai Desa Jambean Kecamatan Kras Senin sore.(foto: bakti wijayanto)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Dalam rangka meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi di Desa Jambean, Kecamatan Kras, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini bertujuan menekan risiko kecelakaan yang kerap terjadi di perlintasan sebidang, khususnya di wilayah Kediri.

Baca jugaDKPP Kabupaten Kediri Pantau Kesehatan Hewan Kurban yang Dijual di Pinggir Jalan

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Joko Pitoyo selaku Kepala Bidang Perkeretaapian dan Layanan Dishub Jatim, Manager Humas PT KAI Daop VII Madiun Denis Micel Adlan, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Khusnul Arif selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Nizam Subekti selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Forkopimcam Kras, serta tokoh masyarakat dan perangkat Desa Jambean.

Read More

Joko Pitoyo menegaskan pentingnya sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang demi keamanan bersama. Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu berhenti, melihat kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas.

“Satu JPL membutuhkan anggaran sekitar Rp400 juta dan di Kabupaten Kediri baru tersedia satu. Sementara jumlah perlintasan sebidang mencapai 45 titik, sehingga masih banyak yang perlu dibangun,” ujarnya.

Sementara itu, Denis Micel Adlan menyebut masyarakat harus lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang dan tidak mengabaikan keselamatan diri. Menurutnya, pembangunan JPL di wilayah Jambean Kras sangat diperlukan.

“Edukasi dan sosialisasi sudah sering dilakukan. Namun, pemerintah ingin memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan keselamatan warga terjamin melalui pembangunan JPL,” katanya.

Baca juga:Wali Kota Kediri Komitmen Jamin Perlindungan Sosial Pekerja Rentan

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, mengapresiasi upaya pembangunan JPL sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api.

Ia menyebut, di Kabupaten Kediri baru terdapat satu JPL, sementara terdapat sekitar 20 usulan pembangunan dari berbagai wilayah. Sebelumnya, sosialisasi serupa juga telah dilakukan di wilayah Seketi, Ngadiluwih, dan Nyawangan, Kras.

“Sebagian perlintasan sudah ditangani oleh Pemprov dan Pemkab Kediri melalui APBD maupun BKK. Namun masih ada yang belum terjaga. Ada penjaga yang dibiayai pemerintah, ada juga dari pihak lain,” ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *