Jembatan Alternatif Putus, Warga Desa Dawuhan Kabupaten Blitar Memutar Sejauh Lima Kilometer

Jembatan Alternatif Putus, Warga Desa Dawuhan Kabupaten Blitar Memutar Sejauh Lima Kilometer

Blitar, SEJAHTERA.CO – BPBD Kabupaten Blitar meminta warga tak lagi menggunakan jembatan alternatif di Desa Dawuhan yang ambruk. Dikhawatirkan jika nekat bakal terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Permintaan itu lantaran saat ini masuk puncak musim penghujan. Apalagi sungai yang membentang di Dawuhan itu  curam dan berarus deras ketika hujan. “Ini untuk keselamatan semua. Karena saat ini hampir tiap hari Blitar diguyur hujan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto Rabu (28/2).

Sebelumnya, jembatan alternatif di Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan pada Minggu (25/2) putus karena tersapu arus deras sungai. Jembatan yang terbuat dari bambu itu tak kuasa menahan derasnya arus sungai. Jembatan  alternatif itu setiap hari digunakan warga untuk melintas. Pasalnya saat ini jembatan utama masih dalam tahap penyelesaian.

Read More

Akibat putusnya jembatan sementara, warga di tiga  dusun harus putar lebih lama lagi jika ingin keluar dari dusun. Warga harus menempuh 5 kilometer. Tiga dusun itu yakni Dusun Midodaren, Kaliandong dan Klangkapan.

Kembali ke pernyataan Ivong, berdasarkan pemetaan di Kabupaten Blitar ada beberapa kecamatan yang rawan bencana. Mulai bencana banjir, longsor hingga puting beliung. Kejadian putusnya jembatan di Dawuhan karena derasnya air. “Maka dari itu, saat ini puncak musim hujan. Waspada,” katanya.

Dia menyebut beberapa kecamatan rawan banjir seperti Sutojayan. Sementara longsor ada di Kecamatan Gandusari, Doko, Selopuro hingga Wlingi. Sementara puting beliung rawan di Kecamatan Ponggok, Wonodadi, Srengat hingga Nglegok.  (ziz)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *