Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali mulai melakukan pembongkaran Jembatan Gondang di Tulungagung pada Selasa (2/6/2026). Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari proyek penggantian fondasi jembatan agar lebih kokoh dan mampu bertahan hingga 50 tahun ke depan.
Baca juga:Tradisi Labuh Masal di Desa Dukuh, Tulungagung, Jadi Wujud Syukur Petani atas Panen Melimpah
Pengawas Lapangan BBPJN Jatim-Bali, Osky Ardianto, mengatakan proses perbaikan diawali dengan pembongkaran struktur jembatan. Pekerjaan meliputi pembongkaran abutment atau struktur penyangga vertikal di kedua ujung jembatan hingga pemasangan fondasi baru menggunakan metode strauss pile.
Setelah seluruh struktur lama dibongkar, akan dipasang empat pilar strauss pile sebagai fondasi baru penyangga jembatan. Adapun proses pembongkaran diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu.
“Struktur jembatan kami bongkar terlebih dahulu. Setelah seluruhnya terbongkar, kami akan memasang empat pilar strauss pile sebagai fondasi baru,” kata Osky Ardianto, Selasa (2/6/2026).
Menurut Osky, perbaikan dilakukan karena fondasi Jembatan Gondang telah mengalami korosi akibat pengaruh arus sungai dan faktor usia. Jembatan tersebut diketahui telah berusia lebih dari 50 tahun dan belum pernah menjalani perbaikan konstruksi secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil kajian teknis BBPJN Jatim-Bali, kondisi konstruksi jembatan saat ini sudah mengalami korosi cukup parah dan masuk kategori kritis. Jika tidak segera diperbaiki, usia layan jembatan diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar lima tahun lagi.
Baca juga:Antisipasi Kekeringan, BPBD Tulungagung Siapkan 50 Unit Tandon Air
“Hasil kajian menunjukkan status jembatan sudah kritis. Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, diputuskan dilakukan perbaikan menyeluruh,” ujarnya.
Dengan konstruksi baru, usia Jembatan Gondang diperkirakan dapat bertahan hingga 50 tahun setelah perbaikan selesai. Desain jembatan tetap dipertahankan dengan panjang 22 meter tanpa pelebaran. Perbaikan difokuskan pada penguatan struktur agar mampu menopang beban kendaraan, termasuk kendaraan bertonase tinggi.
Perbaikan Jembatan Gondang menelan anggaran sebesar Rp9,2 miliar yang bersumber dari APBN.
“Jembatan baru nantinya tidak mengalami pelebaran dan panjangnya tetap 22 meter. Perbaikan ini berfokus pada penguatan konstruksi jembatan,” pungkasnya.



















