Blitar, SEJAHTERA.CO – Pabrik rokok di Kota Blitar tak lama lagi bakal bertambah. Perusahaan asal Malang berencana melebarkan sayapnya dengan nilai investasi puluhan miliar.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Heru Eko Pramono. Dia mengakui Kota Blitar kembali menjadi pijakan kaki investor besar dalam membesarkan bisnisnya.
“Iya, perusahaan rokok asal Malang. Izinnya sudah lengkap dan tinggal urus izin dari lembaga lain,” katanya, Selasa (10/6/2025).
Dia mengatakan, perusahaan sigaret kretek tangan itu sebelumnya sudah mengajukan perizinan sejak 2024 lalu. Dan 2025 ini sudah finish. Tinggal melengkapi izin lain.
Baca Juga :Kapolres Jombang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kademangan
Sesuai dengan laporan, perusahaan itu memilih salah satu bangunan di Jalan Tanjung sebagai tempat produksinya.
“Lokasinya di Kota Blitar sebelah barat. Mudah-mudahan secepatnya beroperasi,” katanya.
Dia menjelaskan dengan adanya pabrik rokok anyar itu, setidaknya membuka lapangan pekerjaan baru.
Sesuai dengan laporan, membutuhkan tenaga kerja pada tahap pertama sebanyak 100 orang. Dan itu berlanjut tahap kedua 200 orang. Para pekerja itu diutamakan warga Kota Blitar.
“Jelas ada dampak positifnya. Nanti diutamakan warga Kota Blitar pekerjanya,” jelasnya. Saat ini, lanjutnya, di Kota Blitar sudah berdiri 6 perusahaan rokok.
Baca Juga :Jenazah Sucipto Sudah Dipulangkan ke Magetan, Polres Nganjuk Terus Selidiki Pembunuhan Sadis Itu
Di antaranya rokok Gudang Garam yang berdiri di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo. Enam pabrik rokok itu mampu menyerap ribuan tenaga kerja asal Kota Blitar.
“Dengan bertambahnya pabrik rokok di Kota Blitar membuktikan iklim ekonomi semakin membaik,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, nilai investasi di Kota Blitar pada triwulan pertama di tahun 2025 ini mencapai Rp 18,5 miliar. Nah dari jumlah itu terbanyak dari bidang perdagangan, reparasi, perawatan mobil dan sepeda motor lalu bidang informasi dan komunikasi.



















