Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Lahan pohon jati di Desa Bolorejo Kecamatan Kauman Tulungagung mengalami kebakaran pada Rabu (5/8/2024) malam. Polres Tulungagung saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Baca Juga :Kekeringan Memaksa Warga Trenggalek Membeli Air Bersih, Ini Harga Per Galonnya
Kasi Operasional dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso menerima laporan kebakaran lahan pohon jati sekitar pukul 21.00 WIB. Usai menerima laporan itu, petugas segera menuju tempat kejadian kebakaran (TKK).
Petugas Damkar Tulungagung membawa satu unit mobil damkar dan dua mobil truk tangki suplai air untuk melalukan proses pemadaman di TKK. Lahan jati itu merupakan milik Tomo warga Desa Kalangbret, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.
“Kami tiba di TKK sekitar pukul 21.10 WIB dan segera melakukan proses pemadaman pada lahan tanaman jati tersebut,” kata Bambang Pidekso, Kamis (5/9/2024).
Baca Juga :Wacana Penggusuran Pedagang Jalan Sultan Agung Kota Batu Bikin Resah PKL
Petugas mengalami kendala lokasi menuju TKK yang sempit, tapi masih bisa mencapai lokasi TKK. Proses pemadaman yang dilakukan petugas kurang lebih 30 menit dan api selesai dipadamkan pukul 21.40 WIB.
Api melahap daun jati kering, semak belukar hingga rumput ilalang yang kering. Setelah api berhasil dipadamkan, pihaknya berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk mengungkap penyebab kebakaran.
“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran lahan ini, api juga belum sempat membakar tanaman pohon jati, hanya daun kering, rumput dan ilalang kering yang terbakar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno mengatakan, total lahan tanaman kayu jati yang terbakar itu diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare. Saat ini, petugas kepolisian melalui Polsek Kalangbret juga masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Baca Juga :Kekeringan Meluas PMI Ponorogo Ikut Salurkan Batuan Air Bersih
Mujiatno belum bisa memastikan kebakaran ini disebabkan unsur kesengajaan atau kelalaian manusia yang membakar sampah dekat lahan tersebut. Dia menghimbau masyarakat tidak bermain api di dekat lahan, mengingat banyak tanaman kering saat musim kemarau.



















