Malang, SEJAHTERA.CO – Kebakaran yang kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berdampak langsung terhadap aktivitas wisata. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) memutuskan menutup sementara akses wisata Gunung Bromo dari pintu Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Baca juga:Ancam Sebar Video Pribadi, Pemuda di Malang Minta Honda PCX dan Perhiasan
Penutupan mulai diberlakukan pada Kamis (10/9/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB dan berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan kebakaran serta faktor keselamatan para wisatawan.
Kepala BB-TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, langkah penutupan dilakukan setelah titik api di kawasan Savana Pengol meluas menuju perbukitan di sekitarnya hingga memasuki kawasan Savana Lembah Watangan.
“Pintu masuk Jemplang (Malang) ditutup untuk pengunjung. Pengunjung tetap dapat masuk ke kawasan wisata Bromo melalui pintu Cemorolawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan,” ujar Rudijanta, Jumat (11/9/2026).
Dengan ditutupnya jalur Jemplang, wisatawan yang sebelumnya telah melakukan pemesanan (reservasi) tiket masuk dari arah Malang dialihkan menuju pintu masuk Cemorolawang, Probolinggo atau Wonokitri, Pasuruan.
Selain menutup akses Jemplang, BB-TNBTS juga memberlakukan pembatasan aktivitas wisata di dalam kawasan taman nasional. Pengunjung hanya diperbolehkan beraktivitas hingga kawasan Lautan Pasir dan dilarang mendekati area Savana Lembah Watangan.
Di sisi lain, penutupan jalur wisata ini tidak mengganggu mobilitas masyarakat yang melintas dari Malang menuju Lumajang maupun sebaliknya. Akses transportasi Malang–Lumajang melalui wilayah Kecamatan Poncokusumo hingga Kecamatan Senduro tetap beroperasi normal. Aktivitas kunjungan wisatawan ke Ranu Regulo pun masih diperbolehkan dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.
“BB-TNBTS mengimbau masyarakat, pengendara, wisatawan, maupun pelaku usaha wisata yang beraktivitas di kawasan taman nasional untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan tindakan apa pun yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di kawasan TNBTS. Saat ini, akses menuju lokasi kebakaran dibatasi hanya bagi petugas, mitra, dan relawan yang terlibat langsung dalam proses pemadaman api.
Sebelumnya, titik api baru terpantau muncul di kawasan Savana Pengol pada Kamis malam. Api kemudian merambat menuju perbukitan sekitar hingga mencapai Savana Lembah Watangan akibat tiupan angin kencang.
Peristiwa ini merupakan kebakaran kedua yang melanda kawasan Bromo dalam waktu berdekatan. Kebakaran besar sebelumnya terjadi pada 3 hingga 18 Agustus 2026 dan menghanguskan sekitar 1.126 hektare hutan dan lahan, yang sempat membuat aktivitas wisata ditutup total.
Baca juga:Apel Kamtibmas Digelar, Polres Malang Perkuat Pengamanan Wilayah
Wisata Bromo baru kembali dibuka pada 20 Agustus 2026 setelah Satgas Pemadaman Api memastikan seluruh titik api padam dan kawasan dinyatakan aman. Namun, munculnya kembali titik api pada Kamis malam memaksa BB-TNBTS mengambil langkah pembatasan guna menjamin keselamatan pengunjung sekaligus mempermudah proses pemadaman.



















