KEDIRI, SEJAHTERA.CO – Kebakaran rumah sekaligus sekaligus toko kosmetik di Jalan Penanggungan Pulosari Kecamatan Pare Kabupaten Kediri mengakibatkan kerugian hampir satu miliar.
Tidak adak korban jiwa dalam insiden kebakaran yang terjadi pada Kamis (12/6/2025) malam di rumah milik Bagus Ardiansyah (39) warga Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri itu.
Kapolsek Pare, AKP Rudi Darmawan mengaku menerima laporan kebakaran di Pulosari Kecamatan Pare sekitar pukul 20.00 WIB.
“Disitu ada banyak kosmetik, jadi semuanya terbakar,” jelasnya.
Rudi menjelaskan, berdasarkan informasinya dari saksi-saksi bahwa kebakaran tersebut akibat korsleting arus listrik dari AC (pendingin udara).
Percikan api merembet melalui kabel listrik hingga membakar bagian plafon yang kemudian terjatuh dan menimpa peralatan kosmetik di dalam rumah.
“Tadi kurang lebih menghabiskan lima tangki untuk memadamkan kobaran api,” bebernya.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kerugian material keseluruhan diperkirakan kurang lebih Rp 900 juta.
“Kondisi korban masih syok karena semuanya sudah habis,” ungkap Kapolsek Pare.
Sementara itu Ketua RT 058 RW 017 Bashori mengaku, menerima informasi kebakaran dari warganya ketika ia sedang mengikuti kegiatan warga.
“Kayak meletus-meletus, lalu api menyala. Warga langsung membantu ambil air seadanya, tapi tidak mampu karena api sudah membesar,” ucapnya.
Dia menuturkan, di dalam rumah sekaligus toko peralatan kosmetik itu sedang ada dua orang di dalamnya, yakni pemilik rumah dan karyawan.
Begitu mengetahui api, mereka langsung keluar rumah dan mengeluarkan barang-barang termasuk sepeda motor Honda Scoppy.
“Itu kejadiannya dari korsleting arus listrik pendingin udara (AC),” katanya.
Bashori menyebut, satu unit motor Honda PCX tidak terselamatkan dan hangus terbakar di lalap si jago merah yang mengganas.
Enam ekor kucing jenis anggora di dalam rumah tidak diketahui keberadaannya. Namun, ada satu ekor kucing yang berhasil ditemukan dengan kondisi tak bernyawa.
“Mungkin itu (tewas) kena genting atau kayu-kayu,” pungkas Bashori.



















