Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama satu bulan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung sudah mengirimkan ratusan liter air bersih pada beberapa desa terdampak kekeringan. Diketahui, kekeringan yang terjadi di Kabupaten Tulungagung tampak meluas.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Tulungagung, Gilang Zelakusuma mengatakan, musim kemarau selama beberapa bulan terakhir mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Tulungagung mengalami kekeringan yang mulai meluas.
Pada awal musim kemarau, kekeringan di Kabupaten Tulungagung hanya terjadi pada tujuh desa dari empat kecamatan di Tulungagung yang mayoritasnya berlokasi pada dataran tinggi. Namun saat ini, kekeringan mulai meluas yang mana sudah ada 10 desa dari enam Kecamatan terdampak kekeringan.
“Pada awal bulan Oktober 2023 kemarin hanya 7 desa dari 4 kecamatan yang mengalami kekeringan. Saat ini total sudah ada 10 desa dari 6 kecamatan terdampak kekeringan,” kata Gilang Zelakusuma, Jumat (3/11/2023).
Berdasarkan pendataan awal, kekeringan terjadi di Desa Kalibatur, Winong, Rejosari dan Banyu Urip di Kecamatan Kalidawir. Kemudian Desa Besuki Kecamatan Besuki, Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat dan di Tenggarejo Kecamatan Tanggunggunung.
Namun memasuki akhir tahun, kekeringan justru semakin meluas yang mana terdapat tiga desa lagi yang juga terdampak kekeringan diantaranya yakni Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan, Desa Besole Kecamatan Besuki, serta Desa Panggungguni Kecamatan Pucanglaban.
“Mulai meluas, jadi tidak hanya wilayah pegunungan saja yang terjadi kekeringan, wilayah yang tidak termasuk dataran tinggi seperti Sumberagung juga mulai terjadi kekeringan,” ungkapnya.
Terkait penanganan kekeringan, ujar Gilang, puluhan desa tersebut rutin meminta bantuan air bersih ke BPBD Tulungagung yang mana saat ini sudah tersalurkan sebanyak 71 tangki.
Hal itu berarti total sudah ada sebanyak 355 ribu liter air bersih yang didistribusikan ke warga.
Menurut Gilang, selama ada permintaan air bersih, pihaknya akan terus berupaya untuk memenuhi permintaan warga dalam kebutuhan air bersih.
Namun jika anggaran dari BPBD Tulungagung sendiri tidak cukup, pihaknya berupaya meminta bantuan Provinsi maupun Pusat.
“Sejauh ini, kami masih mampu mengirimkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan sembari menunggu bantuan tandon air dari BNPB,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















