PONOROGO, SEJAHTERA.CO – SDN Setono di Jalan Niken Gandini, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, diregrouping setelah mengalami kekurangan siswa. Enam siswa yang sebelumnya masih bersekolah di sekolah tersebut kini dipindahkan ke sekolah lain.
Baca juga:Jembatan Merah Putih Presisi di Sawoo Ponorogo Rampung, Akses Warga Empat Dukuh Kembali Normal
Empat siswa dipindahkan ke SDN Singosaren, Kecamatan Jenangan. Sementara dua siswa lainnya dipindahkan ke SDN 1 Japan, Kecamatan Babadan.
Sekretaris Kelurahan Setono, Hendri Rezza Pratama, mengatakan persoalan minimnya jumlah siswa di SDN Setono telah berlangsung cukup lama. Bahkan, sekolah tersebut tidak lagi menerima siswa baru untuk kelas 1 hingga kelas 3 karena jumlah pendaftar sangat minim.
“Untuk kelas satu sampai kelas tiga, pendaftarnya sangat sedikit, hanya satu sampai dua anak, bahkan terkadang tidak ada sama sekali,” ujar Hendri.
Kondisi tersebut membuat siswa yang masih bertahan disarankan untuk pindah ke sekolah lain yang memiliki jumlah murid lebih banyak. Pemindahan dilakukan atas persetujuan orang tua dan dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis anak.
Sebelum regrouping dilakukan, siswa yang masih bersekolah di SDN Setono hanya berasal dari kelas 4 dan 5. Minimnya jumlah peserta didik kemudian menjadi salah satu pertimbangan dilakukannya regrouping.
Hendri mengaku pihak Kelurahan Setono menyayangkan keputusan tersebut. Sebab, SDN Setono merupakan satu-satunya sekolah dasar negeri yang berada di wilayah Kelurahan Setono.
Pihak kelurahan sebelumnya telah berupaya mendorong warga agar menyekolahkan anak-anak mereka di SDN Setono. Namun, keputusan mengenai pilihan sekolah tetap berada di tangan masing-masing orang tua.
Salah satu faktor yang diduga memengaruhi pilihan orang tua adalah lokasi sekolah yang berada di pinggir jalan raya dengan lalu lintas cukup padat. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan anak, terutama saat menyeberang jalan.
“Kami sebenarnya cukup menyayangkan karena SDN Setono ini satu-satunya SD negeri di wilayah kami. Kami juga sudah berupaya mendorong warga agar bersekolah di sini, tetapi pilihan tetap kami kembalikan kepada orang tua,” katanya.
Baca juga:Separuh Perkara Perceraian di Ponorogo Libatkan PMI
Dengan regrouping tersebut, Kelurahan Setono kini tidak lagi memiliki sekolah dasar negeri yang aktif.



















