Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama beberapa hari terakhir, pengguna jalan di Kabupaten Tulungagung mengeluhkan adanya antrean truk pengangkut tebu di utara simpang empat Cuwiri, masuk Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman. Menanggapi hal tersebut, Satlantas Polres Tulungagung langsung melakukan pengaturan lalu lintas.
Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Zainudin, mengatakan bahwa selama lima hari terakhir terdapat antrean truk tebu di simpang empat Cuwiri, baik dari sisi timur maupun utara. Antrean itu terjadi karena truk-truk tersebut hendak masuk ke PG Mojopanggung.
Antrean disebabkan proses penimbangan di dalam pabrik, di mana satu truk membutuhkan waktu 10–15 menit. Kondisi ini memicu penumpukan truk di simpang empat Cuwiri dari dua arah.
Baca Juga :Rumah Warga Punjul Dihantam Longsor, BPBD Tulungagung Lakukan Pembersihan dan Usulkan Bantuan
“Truk itu datang dari wilayah lain seperti Malang, Blitar, maupun Kediri. Banyak PG sudah memenuhi kuota, sedangkan panen tebu masih melimpah. Kebetulan hanya PG Mojopanggung yang masih menerima tebu,” jelas Zainudin, Jumat (5/12/2025).
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, pihaknya telah berkomunikasi dengan manajemen PG Mojopanggung untuk menyiapkan lahan khusus sebagai tempat parkir antrean. Dengan begitu, truk tidak lagi berhenti di bahu jalan yang bukan diperuntukkan sebagai area parkir.
Sebelumnya, antrean truk tebu sempat mengular hingga sekitar 2 kilometer, mulai pintu masuk PG Mojopanggung sisi barat sampai utara simpang empat Cuwiri, bahkan masuk perbatasan Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo. Jika truk terus memanfaatkan bahu jalan, polisi tidak segan memberi sanksi tilang kepada para sopir.
“Kami sudah komunikasikan dan memberi teguran. Jika tidak disediakan lahan parkir khusus, kami akan menindak dengan sanksi tilang. Selain itu, kami juga melakukan pengaturan lalu lintas dan patroli rutin saat jam rawan,” tegasnya.
Baca Juga :Dana Minim, SPPG Waung 2 Tulungagung Setop Beroperasi Dua Hari
Zainudin menyebut bahwa PG Mojopanggung kini telah menyediakan lahan khusus untuk menampung antrean truk sebelum masuk area pabrik. Berdasarkan pantauan, antrean panjang tersebut sudah berangsur hilang, dan pada Jumat (5/12/2025) tidak lagi terlihat truk mengular di jalan.
Sejak Kamis (4/12/2025), antrean truk mulai tertib setelah disiapkan lahan parkir sementara di bekas pabrik penghancur batu di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman. Meski antrean sudah terurai, petugas Satlantas Polres Tulungagung tetap melakukan patroli.
“Patroli tetap kami lakukan meskipun antrean sudah tidak ada. Informasi yang kami dapat, PG Mojopanggung masih menerima kiriman tebu sampai Senin depan,” pungkasnya.



















