Surabaya, SEJAHTERA.CO – Kerjasama PSSI dengan UNESA Surabaya serta Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIK) untuk Sport Science terhadap Timnas Putri Indonesia disambut positif.
Salah Dekan FIK Unesa Surabaya yang menyambut baik kerjasama PSSI, Unesa dan FIK adalah Dekan FIK Unesa sendiri, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes.,
Agenda kerjasama PSSI, Unesa dan FIK ini, kata Dwi Cahyo Kariko, menjadi sejarah tersendiri dalam sepak bola nasional, utamanya Timnas Indonesia Putri.
Unesa dan sepak putri Indonesia, tambah Dekan FIK Unesa yang kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur ini, bekerja sama menguatkan sistem dan mencapai prestasi.
“Ini bukan sekedar kolaborasi, tapi juga merupakan tonggak penting dalam bidang sport science antara Unesa dan PSSI,” tambah Dwi Cahyo Kartiko.
Baca Juga :Kecelakaan Melibatkan Bus di Tulungagung Menewaskan 3 Orang Sepanjang Tahun 2024
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan kontribusi nyata dapat terwujud dalam membangun fondasi sepakbola wanita yang lebih kuat dan inklusif di Indonesia.
Sekadar diketahui, seperti dilansir www.pssi.go.id, Jumat (17/1/2025), Timnas Putri Indonesia asuhan Pelatih Satoru Mochizuki sudah melakoni pemusatan latihan (TC) di Surabaya mulai 15 Januari hingga 13 Februari mendatang.
Seperti diketahui, Program FIFA-GIZ: Women Empowerment in Sports hadir sebagai inisiatif strategis yang bertujuan mempromosikan kesetaraan gender di bidang olahraga, khususnya sepakbola.
Baca Juga :Bobol Rumah Makan Ayam Goreng, Gondol 14 Tabung Gas LPG, Ngandang di Tahanan Polres Blitar Kota
Program ini merupakan upaya dari GIZ- organisasi kerja sama internasional milik pemerintah Jerman yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan – untuk mendukung federasi anggota FIFA melalui pendanaan yang ditujukan pada pemberdayaan perempuan dalam sepak bola.
PSSI menjadi salah satu dari tiga federasi sepak bola dari total 211 anggota FIFA yang terpilih menerima donor bergengsi ini.
Melalui kerja sama dengan Le Guilde, yang bertindak sebagai operator program, serta supervisi dari FIFA Women’s Football Department, program ini dirancang untuk mengakselerasi pengembangan sepak bola wanita di Indonesia.
Baca Juga :Perbaikan Jalan Amblas Tinggal Menunggu DED, Ini Penjelasan Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo
Sebagai bentuk implementasi, PSSI memberikan beasiswa pelatihan Lisensi D kepada kandidat-kandidat potensial yang dianggap mampu menjadi agen perubahan dalam sepakbola wanita.
Program ini selaras dengan Strategi Sepak bola Wanita PSSI 2024–2028, yang memiliki fokus pada pengembangan karir dan peningkatan kapasitas individu dalam ekosistem sepak bola wanita di Indonesia.
Tidak hanya berhenti pada pemberian Lisensi D, program ini juga mencakup proses monitoring yang akan berlangsung hingga peserta dapat melanjutkan ke jenjang kepelatihan berikutnya, yakni Lisensi C.
Baca Juga :Prioritaskan Titik Rawan Banjir dan Perbaiki Saluran Air di Kali Paron Bumiaji Kota Batu
Logbook peserta akan menjadi alat utama dalam proses evaluasi tersebut. Selain itu, penerima beasiswa akan mendapatkan pengetahuan tambahan di bidang grassroots football dan safeguarding.
Proses monitoring ini dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan April 2025 sebagai bagian dari komitmen PSSI untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan kontribusi nyata dapat terwujud dalam membangun fondasi sepakbola wanita yang lebih kuat dan inklusif di Indonesia.



















