Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Raton di Kediri, Targetkan Peningkatan Produksi Gula

Gubernur Jatim Khofilah Indar Parawangsa awali tanam Perdana bongkar Raton tebu di Desa Ngletih.
Gubernur Jatim Khofilah Indar Parawangsa awali tanam Perdana bongkar Raton tebu di Desa Ngletih, Sabtu siang. (foto: bakti wijayanto)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Bertempat di lahan tebu Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan tanam perdana program bongkar raton tebu, Sabtu (24/5/2026) pagi.

Baca juga:Program BSPS 2026, 159 Rumah Tidak Layak Huni di Kediri Direhab

Kehadiran gubernur didampingi sejumlah pejabat Pemprov Jatim, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Mabes TNI, serta Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa. Turut hadir Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. David Nur Hardiyanto, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, serta anggota DPRD provinsi dan kabupaten.

Read More

Sebelum tanam perdana, Khofifah melakukan dialog melalui video call dengan petani tebu di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur. Program bongkar raton dinilai penting untuk meningkatkan rendemen dan kualitas gula, sekaligus mendukung swasembada pangan, khususnya produksi gula nasional.

Pada kesempatan tersebut, gubernur juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Kediri serta memberikan santunan kepada anak yatim.

Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, menyampaikan pada 2025 luas lahan tebu di Kabupaten Kediri mencapai 3.864 hektare. Dari jumlah tersebut, 1.306 hektare merupakan program bongkar raton yang didukung APBN, sementara sisanya dilakukan secara mandiri oleh petani.

“Pada 2026, luas lahan bongkar raton di Kabupaten Kediri ditargetkan mencapai 7.000 hektare. Ini merupakan bagian intervensi Pemkab Kediri untuk meningkatkan kualitas tebu sekaligus berkontribusi pada swasembada gula nasional,” ujarnya.

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menambahkan terdapat 29 pabrik gula di Jawa Timur yang melibatkan sekitar 200 ribu petani tebu dan 4.000 tenaga kerja pada program bongkar raton.

Baca juga:Polres Kediri Kota Gencarkan Patroli “Jumat Gaul”, Sasar Balap Liar dan Knalpot Brong

“Program bongkar raton terbukti meningkatkan kualitas tebu. Pada 2026, PG Ngadirejo juga direncanakan bersinergi dengan Pertamina untuk mendirikan pabrik etanol di Kabupaten Kediri,” katanya.

Gubernur Khofifah menegaskan upaya mewujudkan swasembada gula konsumsi nasional membutuhkan kerja keras dan sinergi antara sektor perkebunan dan pertanian. Ia juga menekankan pentingnya percepatan proses bongkar raton pascapanen.

“Kami berharap setelah masa penggilingan, harga gula tetap sesuai pasar. Saat ini gula lokal masih bersaing dengan gula rafinasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas budidaya tebu menjadi kunci agar gula konsumsi terserap optimal di pasar. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam memperkuat swasembada gula nasional.

“Jika harga gula konsumsi meningkat, maka kesejahteraan petani tebu juga akan ikut terangkat,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *