JOMBANG, SEJAHTERA.CO – Jumlah siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, yang mengalami masalah kesehatan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) melonjak drastis. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mencatat sebanyak 256 siswa terkonfirmasi mengalami gejala klinis mirip keracunan makanan hingga Jumat (4/9/2026).
Baca juga:Naik Maung Putih, Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Nahdliyin di Muktamar Ke-35 NU Jombang
Kepala Dinkes Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan bahwa dari total 256 siswa terdampak, sebagian besar menjalani penanganan medis mandiri serta rawat jalan. Namun, sebanyak tujuh siswa di antaranya masih harus menjalani rawat inap intensif di puskesmas lantaran mengalami kondisi lemas.
“Yang tujuh siswa ini kondisinya lemas dan memerlukan rehidrasi. Secara umum kondisi kesehatan mereka sudah membaik, kemungkinan esok hari sudah diizinkan pulang,” terang dr. Hexawan, Jumat (4/9/2026).
Hexawan merinci, gejala mual, muntah, pusing, hingga diare mulai dirasakan para siswa beberapa jam setelah menyantap hidangan MBG pada Rabu (2/9/2026) siang. Hingga Kamis sore, terdata 74 siswa mendapatkan perawatan rawat jalan di Puskesmas Kabuh maupun sejumlah klinik swasta seperti Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa.
Guna memastikan pemicu utama keracunan massal tersebut, Dinkes Jombang telah mengamankan sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan selaku penyedia. Sampel yang diambil meliputi nasi putih, udang saus padang, tumis sayuran, buah pepaya, hingga sampel air minum dari depot isi ulang.
“Seluruh sampel makanan dan air hari ini resmi kami kirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Surabaya untuk diuji secara medis. Kami juga akan mengevaluasi ulang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik pihak dapur penyedia,” tegas Hexawan.
Polsek Kabuh Selidiki Dapur Pengolahan dan Jalur Distribusi
Merespons melonjaknya angka korban, Kepolisian Sektor (Polsek) Kabuh mulai mengusut tuntas peristiwa tersebut. Polisi membidik seluruh rantai pasok makanan, mulai dari bahan baku hingga proses distribusi ke sekolah.
Kapolsek Kabuh, AKP Muhammad Yogie Pratama, menyatakan pihaknya tengah menggali keterangan intensif dari manajemen sekolah serta penanggung jawab dapur SPPG Mangunan.
“Kami menggali informasi lebih dalam dengan menggandeng pihak sekolah dan kepala dapur SPPG. Kami menelusuri dari mana asal bahan makanan serta bagaimana jalur distribusinya,” ujar AKP Yogie.
Yogie membeberkan, hidangan MBG yang dibagikan kepada para pelajar pada Rabu lalu terdiri dari nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel sawi, brokoli, dan pepaya. Kepolisian baru menerima laporan resmi dari pihak sekolah pada Kamis pagi setelah puluhan siswa mengeluh sakit perut bersamaan.
Di sisi lain, Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, berkilah bahwa proses pengolahan makanan di dapurnya telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Dari total 2.899 paket makanan yang diproduksi untuk berbagai sekolah, kasus keluhan kesehatan hanya muncul dari SMPN 1 Kabuh yang memuat kuota 689 siswa.
“Dugaan sementara kami memang mencurigai menu olahan udang. Namun saat dimasak, udang tersebut masih dalam kondisi segar dan tidak berbau. Kami menyerahkan sepenuhnya pada hasil uji laboratorium,” tandas Chakra.



















