Blitar, SEJAHTERA.CO – Krisis air bersih di Kota Blitar terus meluas. Jika sebelumnya wilayah Kelurahan Sentul dan Ngadirejo, kali ini meluas hingga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Ada belasan kepala keluarga yang kekurangan air bersih. Warga mengeluh kekurangan air setelah sumur di belakang rumah debit airnya menyusut. Polsek Sananwetan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar pun turun tangan.
“Kami dari Polsek Sananwetan bersama BPBD droping air bersih ke titik yang kekurangan air bersih. Ini sebagai upaya Pemkot Blitar juga meringankan beban warga,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo PS melalui Kapolsek Sananwetan Kompol Agus Hendro Tri, Minggu (12/11).
Dia mengatakan, beberapa keluarga yang mengeluh kekurangan air bersih tersebar di beberapa lingkungan. Di antaranya Lingkungan Tulungrejo, Kelurahan Gedog ada kepala keluarga yang kekurangan air bersih. Di antaranya ada 12 kepala keluarga atau 40 lebih jiwa.
Sementara di lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedog ada 4 kepala keluarga atau 15 jiwa. Sementara yang sedang proses dan bakal didroping sebanyak 11 jiwa lebih. “Untuk yang proses secepatnya didroping. Karena kekeringan juga sudah terjadi dalam seminggu ini,” katanya.
Sebelumnya, ada dua kelurahan itu ada puluhan kepala keluarga di wilayah Kepanjenkidul juga terdampak kekeringan. Di antara kekeringan tersebut terjadi di lingkungan RW 09, RW07 lingkungan Kelurahan Sentul dan RW 03 lingkungan Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul.
Sehingga total ada 56 kepala keluarga atau 213 jiwa yang kekurangan air bersih. Sumur yang selama ini dijadikan tempat mengambil air debit airnya berkurang.
BPBD juga menggandeng UPT Pemadam Kebakaran Kota Blitar menyuplai air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Untuk sekali droping, BPBD mengirimkan 4 ribu liter hingga 12 ribu liter air bersih. “Begitu ada laporan langsung dikirimi air,” kata Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli.
Editor: Dhita Septiadarma



















