Jombang, SEJAHTERA.CO – Jika berbicara tentang sarapan pagi, nasi pecel selalu menjadi primadona. Namun, ada yang unik dari nasi pecel yang dijajakan di Dusun Jagalan, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.
Baca Juga :Suksesnya Pilkada Tak Lepas dari Peran Media, KPU Kota Kediri: Kemungkinan Kecil Terjadi Sengketa
Berbeda dari nasi pecel lainnya, warung milik Bu Wiji menghadirkan cita rasa nostalgia dengan tambahan sayur kembang turi dan peyek renyah yang menjadi ciri khasnya.
Warung sederhana yang berada di Jalan Sisingamangaraja ini dimiliki oleh pasangan suami istri, Mufti Wijaya (56) dan Wiji Maslukah (48). Mereka sengaja mengolah nasi pecel dengan tambahan kembang turi agar pelanggannya bisa merasakan kelezatan nasi pecel ala tempo dulu. Harganya pun sangat terjangkau, cocok untuk semua kalangan.
Baca Juga :Pemeriksaan Armada Bus, Pastikan Akomodasi Tansportasi Umum Aman
“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda dengan menggunakan kembang turi sebagai pelengkap. Selain itu, bumbu pecel yang kami racik sendiri juga menjadi kunci kelezatannya. Bahan-bahan kami selalu segar karena setiap pagi kami belanja di Pasar Legi,” tutur Bu Wiji saat ditemui Koran Memo, Minggu (22/12/2024).
Tidak seperti nasi pecel pada umumnya, sajian nasi pecel Bu Wiji disajikan dengan pincuk daun pisang yang semakin memperkuat aroma dan cita rasanya. Kombinasi bumbu pecel, rebusan kembang turi, timun krai, kecambah, tahu suwir, dan rempeyek yang gurih menjadikan nasi pecel ini digemari banyak pelanggan.
“Setiap hari saya dan suami selalu memastikan semua bahan segar. Bahkan lauk tambahan seperti telur, ayam bumbu bali, atau gorengan telur ceplok selalu dimasak pagi hari. Ini yang membuat nasi pecel kami terasa istimewa,” imbuhnya.
Baca Juga :Polres Nganjuk Beri Penghargaan dan Kenaikan Pangkat Personel
Untuk harga, nasi pecel pincuk dibanderol Rp7.000 per porsi. Namun, jika pelanggan ingin menambah lauk seperti telur atau ayam bumbu bali, cukup menambah Rp3.000 saja.
Kisah usaha nasi pecel ini berawal dari pengalaman panjang pasangan Bu Wiji dan Pak Mufti dalam dunia kuliner. Sebelum kembali ke Jombang, mereka sempat mengelola warung makan di Terminal Bungurasih, Surabaya, sejak tahun 2006.
Namun, pada tahun 2012, mereka memutuskan untuk pulang kampung dan memulai usaha di Jombang. Setelah mencoba berbagai usaha seperti catering nasi kotak, jajanan kiloan, hingga tanaman hias, akhirnya mereka kembali ke dunia kuliner dengan membuka warung nasi pecel pincuk pada Agustus 2024.
Baca Juga :Gelar Operasi Lilin Semeru 2024 Jelang Nataru, Polres Tulungagung Tekan Lima Aspek
Permintaan dari warga setempat yang rindu akan nasi pecel buatan Bu Wiji menjadi salah satu alasan mereka membuka usaha ini.
“Awalnya hanya coba-coba. Tapi ternyata banyak pelanggan yang suka dan merekomendasikan ke orang lain. Jadi, kami putuskan untuk serius mengelola usaha ini,” cerita Pak Mufti.
Warung nasi pecel pincuk Bu Wiji ini tidak hanya digemari warga setempat, tetapi juga pelanggan dari berbagai kalangan, termasuk pedagang dan kuli Pasar Legi Jombang.
Dindi (30), salah satu pelanggan setia, mengaku selalu menyempatkan diri sarapan di warung ini sebelum pergi ke pasar.
Menurutnya, nasi pecel pincuk dengan kembang turi dan rempeyek gurih memiliki rasa yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.
“Kalau dinilai, nasi pecel Bu Wiji ini dapat sembilan dari sepuluh. Bumbu pecelnya pas di lidah orang Jombang, apalagi lauk tambahannya juga enak dan harganya sangat terjangkau,” ujar Dindi.
Selain nasi pecel, Bu Wiji juga menerima pesanan rempeyek dan jajanan kiloan seperti kembang goyang untuk keperluan hajatan atau acara lainnya. Pelanggan sering memesan jajanan tersebut sebagai pelengkap untuk menikmati hidangan di rumah.
“Rempeyek kami juga banyak yang pesan. Biasanya untuk acara keluarga atau hanya untuk cemilan di rumah. Ini jadi salah satu tambahan pendapatan kami,” terang Bu Wiji.
Baca Juga :Kodim 0809 Kediri Gelar Kejuaraan Pencak Silat Piala Dandim Cup II, Peringati Hari Juang TNI AD
Bagi pecinta kuliner yang sedang melewati kawasan Pasar Legi Jombang, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati nasi pecel pincuk kembang turi khas Bu Wiji. Dengan harga terjangkau dan cita rasa yang autentik, warung ini menjadi pilihan sarapan yang tepat sebelum memulai aktivitas.
Warung nasi pecel pincuk Bu Wiji buka setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 13.00 WIB. Lokasinya yang strategis di Jalan Sisingamangaraja, Dusun Jagalan, Desa Kepatihan, memudahkan pelanggan untuk mampir. Jadi, tunggu apa lagi? Nikmati kelezatan sarapan pagi ala tempo dulu hanya di warung Bu Wiji!



















