Kediri, SEJAHTERA.CO – Polisi mengungkap kronologi meninggalnya nenek Soemiati (77) yang dilaporkan tercebur sumur di Kelurahan Balowerti Kecamatan Kota Kediri, Senin (26/5/2025). Aparat kepolisian juga telah memintai keterangan saksi-saksi termasuk asisten rumah tangga hingga keponakannya.
Baca JugaDugaan Penipuan Berkedok Zakat Diselidiki, Korban Rugi Rp 2,5 Juta
Peristiwa itu bermula ketika asisten rumah tangga yakni Tyas Susanti mendatangi rumah Soemiati untuk bekerja. Tyas diketahui tinggal di rumah korban setiap hari, hanya saja pulang pada Sabtu (24/5/2025) malam karena Minggu sedang libur.
Pada saat itu, tiba-tiba rumah dalam keadaan pintu terkunci hingga beberapa kali mengetok pintu, tidak ada respons dari dalam.
“Tyas mengecek kamar korban dengan mencongkel jendela, tapi tidak ada di dalam,” ujar Kapolsek Kediri Kota Kompol Ridwan Sahara.
Ridwan Sahara menuturkan, saksi kemudian memasuki area rumah melalui pintu pagar sebelah barat atau pintu belakang yang tidak terkunci.
Selanjutnya, mencari korban setiap ruangan mulai dari kamar tidur, mandi, hingga dapur. Akan tetapi, keberadaan korban tidak kunjung ditemukan.
Baca Juga Wajah Pencuri Ponsel di RSUD dr. Harjono Terekam Jelas
Tak lama kemudian, Tyas menghubungi keponakan Soemiati, yakni M.Afrizal Surya (25) untuk memberikan kabar jika neneknya itu tidak ada di rumah.
“Si pembantu ini bergegas melanjutkan pencarian majikannya hingga di sekitar belakang rumah,” bebernya.
Pencarian tersebut, lanjut dia, membuahkan hasil karena Tyas menemukan keberadaan korban sedang berada di dalam sumur dengan kondisi mengapung dan tengkurap memakai baju daster.
Kejadian tersebut dilaporkan Tyas kepada ketua RT setempat hingga diteruskan ke Polsek Kediri Kota. “Korban langsung kita evakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Kediri,” tambah Ridwan.
Ia mengungkapkan, hasil penyelidikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh Soemiati. Menurutnya, korban mengeluarkan air bercampur darah dari hidung dan mulut diduga masih hidup pada saat tenggelam.
“Kematian korban diperkirakan empat hingga delapan jam. Ada juga luka lecet pada punggung tangan serta kiri,” ungkap Kapolsek Kediri Kota.



















