Blitar, SEJAHTERA.CO – Keinginan buruh eks pabrik rokok atau PR Bokormas mendapatkan pesangon dan sisa gaji secepatnya harus ditunda lagi. Pasalnya, dua bangunan yang rencananya sebagian membayar pesangon hingga kini belum laku jual juga.
Fakta itu terungkap ketika Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin bertatap muka dengan kurator aset dua pabrik rokok (PR) yang dinyatakan pailit, yaitu Bokormas dan Pura Perkasa Jaya, Rabu (14/5/2025).
“Iya kami mengapresiasi wali kota yang sudah peduli dengan masalah ini. Dan kami sampaikan juga soal kendala-kendala yang dialami sehingga pesangon belum bisa terbayarkan,” kata Ryan Martino Hartono, salah satu kurator PT Bokormas dan PT Pura Perkasa Jaya, Kamis (25/5/2025).
Dia mengatakan kendala yang dialami adalah belum lakunya obyek yang dilelang. Padahal nantinya jika laku, uang sebagian untuk pembayaran gaji dan pesangon.
Baca Juga :DKPP Kabupaten Kediri Siapkan 70 Dokter Hewan untuk Periksa Hewan Ternak
Obyek yang dilelang selain bekas PR Bokormas, juga bangunan yang ada di Mojokerto. “Belum laku lelang. Padahal aset yang dilelang itu diharapkan laku. Lelang sudah lima kali belum laku,” katanya.
Dia mengatakan, tak mengetahui secara pasti penyebab belum laku. Apakah karena minimnya publikasi atau mahalnya harga.
Dia mengatakan harga bangunan bekas pabrik di Kota Blitar yang ditawarkan sebesar Rp70 miliar. Belum lagi aset yang ada di Mojokerto.
“Kami akan terus berusaha agar hak buruh bisa secepatnya terpenuhi,” katanya.
Sementara itu Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin pihaknya mengundang kurator untuk mengetahui perkembangan pesangon eks buruh. Pertemuan diinisiasi Pemkot Blitar.
“Kami berharap kurator segera menuntaskan kewajiban menjual aset perusahaan. Karena berkaitan dengan hak buruh yang belum terbayar,” katanya. Dia berharap, masalah pesangon harus kelar tahun ini.
Baca Juga :Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Kresek Gemparkan Warga Sumbermanjing Malang
Seperti diketahui, PR Bokormas Blitar resmi berhenti beroperasi 2023 lalu. Penyebabnya karena penjualan rokok yang terus menerus turun.
Penghentian operasi itu berdampak pada ratusan buruh yang selama ini menggantungkan hidupnya sebagai buruh linting.



















