Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Warga Kabupaten Trenggalek khususnya yang tinggal di Desa Kedunglurah, tepatnya di RT 16/RW 05 Dusun Brongkah dan sekitarnya dibuat heboh dengan keberadaan seekor ular piton sepanjang 1,5 meter di langit-langit rumah seorang warga. Keberadaan ular itu sontak menimbulkan keresahan pemilik rumah.
Sulistyowati pemilik rumah yang disambangi ular itu tak menyangka bakal melihat peristiwa tak biasa terjadi di rumahnya. Keberadaan tamu tak diundang itu diketahuinya ada di langit-langit rumah, tepatnya berada pada bagian dapur. Diduga ular piton itu ada di lokasi lantaran hendak memburu mangsanya.
“Ular itu ada di bawah asbes, melilit rangka atap rumah pada bagian dapur,” kata Sulistyowati.
Begitu melihat ular itu, ia segera menyelamatkan diri dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Kabupaten Trenggalek.
Pemilik rumah tak berani melakukan evakuasi mandiri karena terlalu berisiko lantaran ular itu terkenal memiliki lilitan mematikan, apalagi dilakukan saat malam hari. Sontak kabar itu menjadi buah bibir masyarakat hingga membuat mereka ngeri.
“Saya sangat kaget ketika melihat ada ular itu disana,” imbuhnya.
Dia-pun dapat bernafas lega setelah tim Wisanggeni, sebuah tim bentukan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Trenggalek mengevakuasi ular itu. Ular itu pun sementara waktu di evakuasi ke kantor pemadam kebakaran untuk nantinya dilepasliarkan ke habitatnya yang jauh dari permukiman warga.
“Akhirnya saya bisa tidur dengan tenang, tak lagi was-was karena ular itu telah dievakuasi,” pungkasnya.
Kasus ular masuk ke rumah di Kabupaten Trenggalek bukan pertama kalinya terjadi. Dari data animal rescue yang dilakukan petugas tahun lalu, evakuasi ular mendominasi disusul evakuasi sarang tawon vespa affinist. Masyarakat dihimbau untuk tidak melaksanakan evakuasi mandiri jika menjumpai hal tersebut untuk mengurangi risiko fatalitas.
“Sebaiknya meminta bantuan petugas yang memiliki kompetensi serta sarana dan prasarana yang memadai,” kata Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Trenggalek, Habib Solehudin.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















