Blitar, SEJAHTERA.CO – Rencana pengembangan Taman Plaza Museum PETA di Blitar pada 2025 ini sepertinya sulit direalisasikan. Pasalnya, terkendala akibat kebijakan efisiensi anggaran sesuai arahan pemerintah pusat.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau Disbudpar Kota Blitar, Edi Wasono. Dia mengatakan sesuai dengan program yang direncanakan, setiap tahun Pemkot Blitar terus pengembangan Museum PETA yang berada di kompleks Monumen PETA.
“Tetapi karena sesuatu hal atau efisiensi, tahun ini belum bisa dilaksanakan,” katanya, Minggu (13/4/2025).
Dia menjelaskan, sejak 2023 Pemkot Blitar telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan kawasan Monumen PETA sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan.
Baca Juga :Koramil 0809/10 Wates Bina Pelajar untuk Bersikap Disiplin, Tertib dan Hormati Orangtua dan Guru
Komitmen awal diwujudkan dengan memindahkan tiga sekolah yang berada di kompleks Monumen PETA. Sementara tiga sekolah itu nantinya digunakan untuk Museum PETA.
Tak hanya sudah memindahkan sekolah, di kompleks Monumen PETA juga sudah dibangun beberapa sarana Sejarah pendukung.
Seperti replika pesawat tempur, meriam, hingga tank tempur yang telah dihadirkan sejak 2024 dengan dukungan anggaran ratusan juta rupiah.
Pembangunan tak berhenti di situ saja. Pada 2025 ini, juga bakal dibangun sejumlah sarana. Seperti taman museum, jogging track dan lain sebagainya.
Baca Juga :Bersekongkol Bobol Brangkas Berisi Rp 46 Juta, Kakak Ipar Juragan Tahu Kota Batu Jadi Tersangka
“Karena ada refocusing, jadi renovasi di Museum PETA sementara belum ada. Saat ini kami fokus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sudah berjalan di kawasan Taman Plaza Museum PETA,” katanya.



















