Kediri, SEJAHTERA.CO – Pemkot Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri mulai serius menyiapkan talenta kreatif digital berbasis vokasi.
Bersama komunitas visual kreatif Kelas Pagi Kediri, Disperdagin meluncurkan Workshop MAKARYA (Magang Punya Karya) 2026 di Aula Disperdagin Kota Kediri, Rabu (13/5/2026).
Program tersebut menjadi terobosan baru dunia pendidikan vokasi. Siswa SMK tidak lagi sekadar menjalani PKL formalitas, tetapi langsung diterjunkan membantu pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) membangun promosi digital dan branding usaha.
Pembimbing kegiatan, Adi Kusumo, mengatakan MAKARYA lahir dari evaluasi terhadap sistem magang konvensional yang dinilai belum maksimal membentuk kesiapan kerja siswa.
“Selama ini PKL belum semuanya efektif. Lewat MAKARYA, siswa tidak hanya magang, tetapi dibekali kemampuan visual kreatif, digital marketing, fotografi produk, hingga strategi media sosial sebelum turun ke lapangan,” jelas Adi.
Baca Juga :Pemkot Batu Dorong Desa Dan Kelurahan jadi Pusat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Dalam program itu, peserta akan mendampingi pelaku IKM binaan Disperdagin selama satu bulan penuh. Mereka bertugas membuat konten promosi, video kreatif, foto produk hingga memperkuat branding digital UMKM lokal.
Seluruh proses pendampingan dilakukan dengan evaluasi mingguan agar kualitas promosi produk terus berkembang dan memiliki daya saing di pasar digital.
“Harapan kami program ini menjadi jembatan nyata antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri kreatif modern. Bahkan peserta terbaik berpeluang direkrut langsung oleh pelaku usaha,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Kediri, Muhammad Ridwan, menegaskan transformasi digital menjadi kebutuhan utama pelaku usaha di tengah persaingan bisnis modern yang semakin ketat.
“Media sosial sekarang menjadi ujung tombak pemasaran. Karena itu UMKM harus mulai adaptif terhadap promosi digital agar produk lokal Kota Kediri semakin dikenal luas,” ungkapnya.
Ridwan menyebut, Kota Kediri saat ini memiliki sekitar 18 ribu pelaku IKM yang terus didorong naik kelas melalui penguatan promosi dan pemasaran berbasis digital.
Baca Juga :Lupa Matikan Sisa Bara Api untuk Memasak, Dapur Terbakar
Melalui MAKARYA 2026, Pemkot Kediri berharap lahir generasi muda kreatif, inovatif, dan siap kerja yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat eksistensi UMKM lokal di era digital.



















