Lamongan, SEJAHTERA.CO – Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan, suasana Senin (11/8/2025) terasa meriah. Sebanyak 10 pelajar dan satu guru dari Hiroshima Global Academy, Jepang, tiba dalam rangka program pertukaran pelajar internasional.
Rombongan dari Negeri Matahari Terbit itu disambut dengan penampilan Tari Boran, parade drum band, dan atraksi baris-berbaris oleh siswa MAN 1 Lamongan.
Kepala MAN 1 Lamongan, Nur Endah Mahmudah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan bahasa asing, sekaligus mengenalkan budaya, agama Islam, dan kuliner khas Lamongan.
Baca Juga :Hari Jadi Ponorogo ke-529, Sidang Paripurna Jadi Ajang Refleksi Sejarah dan Pembangunan
“Dengan adanya pertukaran siswa ini, peserta didik terdorong untuk berani berbahasa asing, baik bahasa Inggris maupun Jepang. Kebetulan, MAN 1 Lamongan memiliki program bahasa,” ujarnya.
Selama kegiatan, pelajar dari kedua negara saling berbagi pengetahuan tentang budaya masing-masing. Siswa MAN 1 mempelajari sistem belajar di Jepang, sementara pelajar Jepang mengenal budaya dan agama Islam, bahasa Indonesia, serta kuliner khas Lamongan.
Endah menambahkan, program ini juga membuka peluang bagi alumni MAN 1 Lamongan untuk melanjutkan studi ke Jepang. Namun, masih ada tantangan dari sisi kesiapan orang tua yang belum rela melepas anaknya belajar jauh di luar negeri.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Chusnu Yuli Setyo, mengatakan bahwa program ini merupakan inisiatif Pemkab Lamongan melalui Dinas Pendidikan dan sudah berjalan sejak 2023.
Baca Juga :Rem Blong, Truk Petikemas di Blitar Tabrak Toyota Avanza, Kios PKL, dan Tiang Listrik
“Kerja sama ini dimulai ketika pejabat Hiroshima Global Academy berkunjung ke Lamongan dan bertemu Bupati Yuhronur Efendi. Dari pertemuan itu dibuat MoU dan terus berjalan hingga sekarang,” jelasnya.
Selama berada di Lamongan, para pelajar Jepang tidak hanya belajar di MAN 1, tetapi juga mengunjungi sekolah lain dan destinasi budaya, termasuk Wisata Bahari Lamongan (WBL).
“Untuk sementara mereka tinggal di hotel, namun ke depan bisa menginap di rumah guru atau siswa,” pungkasnya.



















