Manfaatkan Peluang, Pemuda Kelurahan Pakunden Blitar Buka Usaha Jasa Tambal Ban Online 24 Jam

Blitar, SEJAHTERA.CO – Kreativitas ditunjukkan Mohammad Mahmud. Warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar memanfaatkan teknologi untuk menjalankan usahanya. Yakni usaha jasa tambal ban online (daring) mendatangi lokasi pelanggan.

 

“Siap mas, meluncur” begitu pesan singkat dari dari Whatsapp nomor ponsel 085646532125. Tak lama kemudian, motor pun meluncur ke lokasi yang telah ditentukan atau melalui sharelocation.

Read More

Ya, itulah kegiatan sehari-hari dari laki-laki yang akrab disapa Mahmud ini. Pemuda berusia 23 tahun itu boleh dibilang tukang tambal ban kreatif. Di saat tukang tambal ban bertebaran dengan hanya standby, Mahmud memilih jalur lain. Yakni dengan menjadi tukang tambal ban panggilan.

 

Nama, Mahmud di kampungnya sudah tak asing lagi. Ini karena memiliki usaha jasa lain yang lain. Tambal bannya siap melayani 24 jam untuk wilayah sekitar Blitar. Menurutnya umur usaha jasa tambal ban online ini usianya masih muda dan beroperasi ketika Covid-19. “Saat itu gabung dengan komunitas sosial, bantu sesama jadi tukang tambal ban panggilan,” katanya.

Ternyata itu menjadi titik awal usahanya. Selang beberapa bulan pasca Covid-19 sirna,  menjalankan usaha sendiri. Karena sudah punya ketrampilan tambal ban, tak susah untuk mengawali.

 

Bermodal sepeda motor yang dimodifikasi peralatan tambal ban, akhirnya memiliki armada khusus. Tak lupa dipasangi nomor telepon dengan ada aplikasi WA yang sudah lazim ada di masyarakat.

Sebenarnya sebelum menekuni tambal ban online, Mahmud sudah punya pekerjaan di Jawa Barat di bidang perakitan mobil. Tetapi kondisi keluarga tak memungkinkan untuk berpisah.

Orang tuanya berharap bekerja di Blitar apa saja yang penting dekat dengan keluarga. “Akhirnya nekat membuka usaha jasa online ini ” katanya.

 

Ketika awal buka usaha tak semulus yang diperkirakan. Tak sedikit yang mencibir. Itu membuatmya semakin terpacu.

Selain materi, alasan utama buka usaha tambal ban online juga karena kemanusiaan. Ketika Covid-19 ada pembatasan kegiatan di malam hari. Tukang tambal ban banyak yang tutup ketika malam hari.

 

Padahal ketika ban bocor, keberadaan tukang tambal ban di jalan menjadi solusi. “Kasihan saja, gimana kalau ada motor atau mobil di malam hari tiba-tiba bocor ternyata sulit mencari tukang ban. Dari situlah  niat untuk membantu muncul,” katanya.

Lambat laun ternyata usahanya mulai jalan. Ini karena didukung banyak yang testimoni merasa terbantu ketika ban bocor di malam hari.

 

Nah tak lupa kadang konsumen mengunggah lengkap dengan nomor yang bisa dihubungi. “Alhamdulillah sekarang usaha sudah jalan. Paling banyak panggilan ketika malam hari ketika tambal ban pinggir jalan tutup,” katanya.

Untuk tarif, katanya  bervariasi. Antara siang dan malam berbeda. Untuk motor ketika pagi hingga sore hari Rp 25 ribu. Sementara malam hari Rp 30 ribu. Untuk mobil rata-rata Rp 60-70 ribu.

 

Jasanya mulai mencopot, tambal sistem tubeless dan memasangnya kembali. Nah, saat ini dari usahanya bisa meraup keuntungan bersih Rp 150 ribu. Biaya yang mesti dilakukan hanya beli BBM Rp 10 ribu. “Paling banyak motor dan dipanggil ketika malam hari,” katanya.

Selama menjalankan usahanya, tak sedikit para pengendara yang memberi uang lebih. Meski sempat ditolak, tetap memaksa untuk menerima. Alasannya  sebagai tanda terima kasih sudah dibantu dan mau dipanggil ketika malam hari.

 

Dari usahanya itu bisa menghidupi keluarga besarnya. Bahkan hasilnya bisa untuk renovasi rumah.

Reporter : Abdul Aziz Wahyudi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *