Kediri, SEJAHTERA.CO – Data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri
per Minggu (13/4/2025) sore menyebutkan, saat ini kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah tidak ada lagi alias zero.
Dari 1144 kasus PMK, saat ini 1102 yang sembuh dan mati 42 ekor sapi. Artinya peternak sapi telah lalui masa sulit dan krisis sapi terpapar PMK.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri drh. Tutik Purwaningsih melalui drh Yuni Ashmawati Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) DKPP Kabupaten Kediri menyampaikan, saat ini DKPP berani pastikan ternak Kabupaten Kediri telah capai kesembuhan total 100 persen yang ditandai dengan data tidak ada sapi sakit minggu ini.
Baca Juga :BPBD Kediri Waspada Rawan Bencana di Perubahan Cuaca Ekstrem Hujan Deras
“Sudah sehat total dalam lima hari terakhir ini. Sementara ribuan vaksin yang diterima dari pemerintah sudah di distribusikan dan sekalipun masih ada kita simpan untuk vaksinasi tambahan jika diperlukan untuk penyehatan sapu agar kondisi lebih baik,” ujarnya, Senin (14/4/2025).
Yuni menambahkan, dari peristiwa ini, agar tidak berulang, peternak diminta tetap tertib dan disiplin menjaga kesehatan sapi dengan pemberian makanan dan minuman tambahan yang sehat dan memiliki nilai gizi yang tinggi bagi sapi.
Sehingga daya tahan sapi tetap bisa baik dalam kondisi apapun. Kebersihan kandang juga tetap diutamakan.
“Penyemprotan disinfektan masih diperlukan untuk kandang secara rutin. Jika terjadi transaksi ternak keluar daerah, pedagang sapi harus tetap membawa surat keterangan kesehatan hewan (SKHH) sebagai pembuktian sapi dari Kabupaten Kediri sehat dan tidak ada paparan PMK,” katanya.
Baca Juga :Tak Kunjung Ada Tersangka Kasus Korupsi Dana BOS di SMK PGRI 2 Ponorogo, Kejaksaan Sebut Karena ini
Yuni menyarankan agar peternak tetap waspada dengan sapi sapinya mengingat sebentar lagi Hari Raya Idul Adha yang tentunya bagi peternak merupakan panen karena harganya akan naik jika sapi sehat dan baik.



















