Manusia Silver di Ponorogo Tiga Kali Terjaring Satpol PP, Pernah Jadi Badut hingga Pindah Modus

Manusia Silver di Ponorogo Tiga Kali Terjaring Satpol PP, Pernah Jadi Badut hingga Pindah Modus
Petugas Satpol PP Kabupaten Ponorogo saat mengamankan pengamen manusia silver.(Satpol PP).

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Anggota Satpol PP Kabupaten Ponorogo kembali mengamankan seorang pengamen manusia silver yang beroperasi di perempatan Jeruksing.

Pria berusia sekitar 30 tahun itu ternyata bukan pemain baru. Catatan petugas menunjukkan, ini adalah kali ketiga ia tertangkap dalam kegiatan serupa.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kabupaten Ponorogo, Subiyantoro, menyebut pria yang berdomisili di Kecamatan Kauman itu memang sudah lama berprofesi sebagai pengamen dan sering berganti modus.

Read More

Baca Juga :13 Pejabat Eselon II Pemkab Ponorogo Jalani Job Fit, Isyarat Mutasi Jabatan

“Dulu jadi badut, lalu ganti-ganti. Sekarang jadi manusia silver,” ungkap Subiyantoro, Senin (11/8/2025).

Petugas sebelumnya pernah mendapati pria tersebut beraksi di Dengok, Terminal Seloaji, hingga titik lain di Ponorogo. Terakhir, ia mulai ‘mangkal’ lagi dan sudah mengantongi uang Rp40 ribu.

“Pengakuannya baru mulai lagi, tapi kemungkinan sudah agak lama,” tambahnya.

Kepada petugas, ia mengaku menjadi manusia silver karena mengidap penyakit asma sehingga tidak sanggup melakukan pekerjaan berat. Uang hasil mengamen rencananya akan digunakan sebagai modal usaha.

“Katanya kalau sudah terkumpul buat modal usaha,” terang Subiyantoro.

Baca Juga :Identitas Mayat Perempuan di Tepi Hutan Jati Terungkap

Usai diamankan, pria tersebut diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Ponorogo, karena penanganan orang dengan kondisi tersebut menjadi kewenangan dinas terkait.

“Sudah tiga kali kami tangkap, dia memang pemain lama,” pungkas Subiyantoro.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *