Jombang, SEJAHTERA.CO – Warga Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di area ladang jagung, Senin (20/4/2026).
Jasad tersebut ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, berjarak sekitar 20–30 meter dari jalan raya. Lokasinya berada di sebelah utara kawasan wisata Bajak Laut 2, sekitar 100 meter dari area wisata dan masuk ke ladang jagung kurang lebih 50 meter.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan korban dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Namun hingga kini identitasnya masih belum diketahui.
“Ditemukan satu jenazah laki-laki, namun identitasnya belum diketahui. Saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar jenazah untuk dilakukan autopsi dan proses identifikasi,” ujarnya.
Kondisi jenazah saat ditemukan telah mengalami pembusukan lanjut. Secara visual, beberapa bagian tubuh bahkan mulai memperlihatkan tulang.
“Sudah ada tanda-tanda pembusukan lebih dari satu hari. Bahkan sudah ada belatung dan tulang mulai tampak,” katanya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi menemukan sebuah handphone di dalam saku korban. Namun, tidak ditemukan kendaraan maupun benda mencurigakan lain di sekitar lokasi.
“Di TKP sementara ini baru ditemukan handphone di saku korban. Kendaraan juga belum ditemukan di lokasi,” tambahnya.
Korban diketahui masih mengenakan pakaian lengkap berupa kaus, celana panjang, jaket, dan sepatu. Namun, kondisi tubuh yang sudah rusak membuat ciri-ciri fisik sulit dikenali lebih lanjut.
Polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan adanya unsur kekerasan. Hal tersebut masih menunggu hasil autopsi.
“Untuk ada atau tidaknya kekerasan fisik masih kami dalami. Penyebab kematian akan kami sampaikan setelah hasil autopsi keluar,” tegas Dimas.
Penemuan jenazah pertama kali dilaporkan oleh Sekretaris Desa Sumberjo, Iswari. Warga sekitar, Warjito, mengaku menduga korban berjenis kelamin laki-laki dari pakaian yang dikenakan.
“Sepertinya laki-laki, memakai celana jeans. Di sakunya masih ada handphone, tapi kondisinya sudah membusuk sehingga tidak bisa dikenali,” ujarnya.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan barang bukti serta mengungkap identitas korban dengan melibatkan pihak desa dan kepolisian setempat.(st2)



















