JAKARTA, SEJAHTERA.CO – Pergeseran geopolitik global bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendorong industrialisasi yang inklusif.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika menyampaikan sambutan pada acara Annual International Forum of Economic Development and Public Policy (AIFED) ke-13.
Pada acara yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurut Sri Mulyani, pandangan global terhadap kebijakan industri telah berubah dan industrialisasi telah menjadi salah satu topik utama dalam berbagai forum internasional seperti APEC dan G20.
“Sekarang, praktik global sendiri telah mengadopsi kebijakan industri,” ujar Menteri Keuangan dikutip dari laman Kemenkeu.
Meski demikian, Menkeu Sri Mulyani menekankan pentingnya memastikan industrialisasi bisa memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
BACA JUGA : Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Tulungagung Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 50 Juta
Ia menggarisbawahi pentingnya menggabungkan kebijakan industri dengan strategi demografi yang kuat.
“Kita perlu memastikan bahwa semua orang dapat merasakan manfaat dari industrialisasi. Hilirisasi tidak hanya terbatas pada mineral strategis, tetapi juga perlu diperluas ke produk pertanian seperti CPO (crude palm oil), kakao, dan kopi,” jelasnya.
Selain itu, Sri Mulyani juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang kuat untuk mendukung industrialisasi dan menarik investasi.
“Kita perlu mendorong pertumbuhan yang didorong oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat,” tambahnya.
BACA JUGA : Mandor SPBU Diduga Gelapkan 16.000 Liter BBM Bersubsidi, Begini Modusnya
Menkeu berharap bahwa industrialisasi di Indonesia tidak hanya didominasi oleh hilirisasi mineral strategis, tetapi juga mencakup 25 komoditas yang disebutkan oleh Presiden Prabowo.
“Setiap komoditas tersebut memerlukan kebijakan lengkap, mulai dari hulu hingga hilir,” ungkap Menteri Keuangan.
Dengan memanfaatkan peluang yang ada, Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung industrialisasi melalui kebijakan fiskal yang tepat.
Sumber : Kemenkeu
Editor : Irwan Maftuhin



















