Mewah Tapi Terbengkalai, Rumah di Tengah “Danau” Jombang jadi Buah Bibir Warganet

Mewah Tapi Terbengkalai, Rumah di Tengah “Danau” Jombang jadi Buah Bibir Warganet
Rumah percontohan proyek perumahan Bunda Asri di Jombang yang viral di media sosial, tampak terbengkalai dan dikelilingi genangan air bak danau.

Jombang, SEJAHTERA.CO – Siapa sangka di tengah kawasan perdesaan wilayah Kabupaten Jombang, tepatnya di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, berdiri rumah-rumah mewah yang kini viral bukan karena penghuninya, tetapi justru karena tidak berpenghuni.

Sebuah video yang ramai beredar di media sosial menampakkan rumah dua lantai berdiri gagah, namun bukan di atas tanah yang padat dan kering, melainkan di tengah genangan air bak danau mini.

Warganet pun geger. Sebagian bertanya-tanya: ini perumahan atau lokasi syuting pengabdi rawa-rawa?

Read More

Setelah ditelusuri, bangunan megah tersebut memang nyata adanya. Lokasinya cukup dekat dengan jalan tol, dan dulunya merupakan kawasan bekas tambang galian pasir dan batu.

Baca Juga :Lansia Kediri Tewas Diserempet Bus

Dari kabar yang beredar, pada tahun 2019, kawasan ini sempat diresmikan sebagai kompleks perumahan bernama Bunda Asri dengan kemeriahan pertunjukan wayang kulit.

Ironisnya, setelah dibangun tiga unit rumah, proyek perumahan ini justru tenggelam—secara harfiah dan proyeknya juga.

“Kurang lebih empat-lima tahun lalu, sebelum pandemi, bangunan ini sudah terbengkalai. Enggak ada saluran pembuangan air, jadi kalau hujan airnya enggak bisa keluar, akhirnya ya seperti ini,” ujar Muhammad Raffi, warga sekitar yang jadi saksi mata bagaimana rumah mewah bisa berubah jadi pulau, Selasa (27/5/2025).

Ia menambahkan, awalnya rumah-rumah itu dibangun sebagai rumah contoh (show unit) untuk proyek perumahan skala besar. Bahkan, sempat beredar kabar akan dibangun juga kompleks sekolah dari tingkat dasar hingga menengah.

Sayangnya, ambisi besar itu tidak cukup kuat menahan derasnya curah hujan dan ketiadaan sistem drainase.

Baca Juga :Patroli Dinihari, Remaja Kediri Nongkrong Tak Jelas Dibubarkan 

Senada dengan Raffi, warga lainnya, Adi, menyebut kondisi rumah-rumah tersebut kini memprihatinkan.

“Bangunannya ya terbengkalai. Airnya banyak banget, udah kayak rawa-rawa. Info dari warga, pas peresmian wayang kulit itu katanya sempat ada penampakan pocong,” katanya, diselingi gelak tawa kecil, mungkin untuk menetralisir suasana yang mulai mencekam.

Kini, tiga rumah tersebut berdiri dalam kesunyian yang terendam air, tak berpenghuni, dan sesekali hanya dikunjungi pemancing yang lebih takut ketinggalan umpan daripada setan sekalipun.

Viralnya rumah-rumah di atas “danau” ini jadi pengingat pentingnya perencanaan pembangunan yang matang dan tidak sekadar mengejar estetika.

Baca Juga :Sapi Kurban Belgian Blue Seberat 1, 2 Ton Dibeli Presiden Prabowo

Sebab, sebagus apa pun bangunannya, bila berdiri di atas lahan tanpa saluran pembuangan, ujung-ujungnya bukan jadi istana, tapi jadi legenda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *