Minim, Minat Warga Kota Blitar Manfaatkan CKG, Target 54 Warga, Baru Tercapai 1.500, Ternyata Ini Penyebabnya

Minim, Minat Warga Kota Blitar Manfaatkan CKG, Target 54 Warga, Baru Tercapai 1.500, Ternyata Ini Penyebabnya
Ilustrasi

Blitar, SEJAHTERA.CO – Minat warga Kota Blitar untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ternyata masih jauh dari harapan. Kekhawatiran penyakit bakal diketahui menjadi salah satu penyebab.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kota Blitar, sejak Januari hingga Mei 2025 ini, hanya sekitar 1.500 warga di Kota Blitar yang memanfaatkan program dari Presiden RI Prabowo Subianto itu.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di Bumi Bung Karno sejak awal tahun belum berjalan sesuai dengan harapan. Padahal, sebenarnya target yang dicanangkan 54 warga yang tersebar di 21 kelurahan di 3 kecamatan.

Read More

“Targetnya memang 30 persen dari jumlah penduduk di Kota Blitar. Kami akan terus sosialisasi untuk menggenjot capaian target program cek Kesehatan gratis ini,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, Kamis (22/5/2025).

Baca Juga :Ratusan PPPK Jombang Angkatan 2024 Dapat Pembinaan Terkait Disiplin Kerja hingga Hak Cuti 

Dia mengatakan dari penelusuran di lapangan memang ada penyebab alasan warga enggan untuk memanfaatkan layanan gratis itu. Salah satunya khawatir kekurangan atau kelemahan atau adanya penyakit yang mendera diketahui.

Padahal, sebenarnya dengan cek kesehatan setidaknya ketika ada cek kesehatan, dan hasilnya diketahui, setidaknya bisa diantisipasi dan ditangani sejak dini.

Dengan begitu, bisa segera sehat Kembali. “Fungsinya cek Kesehatan gratis ini untuk cek penyakit sejak dini,” jelasnya.

Dia menambahkan, penyakit yang kerap menghantui warga pun beragam. Di antaranya penyakit yang tak menular. Contohnya diabetes, hipertensi, hingga risiko stroke.

Untuk penyakit diabetes misalnya. Ketika diketahui ada tanda-tanda kadar gula naik, yang bersangkutan langsung mengurangi makanan-makanan yang mengandung gula tinggi.

Baca Juga :Miras Tanpa Izin di Kediri Dijual Lewat Medsos, Ratusan Disita

Jika tidak ada pergerakan, bakal lebih parah lagi. Bahkan, bisa merembet ke penyakit lain. Contohnya ginjal, hipertensi dan lain sebagainya.

Dia menjelaskan lagi, pihaknya kembali sosialisasi ke lapangan. Salah satunya melalui kader posyandu hingga petugas kesehatan di puskesmas.

Edukasi akan menitikberatkan pada manfaat pemeriksaan berkala dan penjelasan alur layanan. Itu mulai registrasi hingga tindak lanjut medis.

Karena untuk registrasi, membutuhkan cara khusus seperti mendaftar online di ponsel dan lain sebagainya.

Baca Juga :Pemkab Jombang Luncurkan RDF

Cek kesehatan gratis berlaku untuk semua umur.Untuk balita fokus ke tumbuh kembang, imunisasi, dan anemia; remaja ke kesehatan reproduksi; dewasa ke faktor risiko PTM (penyakit tidak menular.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *