Blitar, SEJAHTERA.CO – Kota Blitar memang tak lepas dari kota perjuangan. Selain ada asrama tentara Pembela Tanah Air atau PETA, juga terdapat para pelajar yang ikut berperan dalam perjuangan kemerdakaan.
Ya, di salah satu jalan di Kota Blitar ada monumen yang menjadi simbol perlawanan tentara pelajar. Monumen itu adalah monumen Tentara Genie Pelajar atau TGP.
Monumen yang berada di pojokan jalan itu diabadikan dalam bentuk nama jalan yakni Jalan TGP Kota Blitar.
Monumen TGP sendiri menjadi saksi bisu bagaimana para pelajar yang ikut dalam perjuangan kemerdekaan, khususnya di Blitar.
Monumen TGP ini adalah bekas markas komando Tentara Genie Pelajar. Tentara TGP ini punya peran penting dalam perjuangan bangsa Indonesia di wilayah Blitar.
Baca Juga :Atlet Kota Kediri Kantongi Ratusan Medali, Walikota Vinanda: Mereka Berkualitas!
Salah satu sejarah lokal yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas tentang peran Tentara Genie Pelajar di Kota Blitar.
Karena itulah terdapat monumen TGP yang dibangun untuk mengenang perjuangan tentara pelajar teknik dalam mempertahankan kemerdekaan.
Menurut sejarah, TGP sendiri merupakan organisasi militer resmi binaan angkatan bersenjata Indonesia pada masa itu masih bernama Tentara Keselamatan Rakyat (TKR).
TGP diresmikan 7 Januari 1946 menggantikan Tentara Keamanan Rakyat pada masa perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Peran TGP sendiri tidak boleh dianggap remeh meskipun umur anggota-anggotanya belasan tahun dan masih berstatus pelajar. Mereka memiliki keterampilan khusus yang diterapkan saat perang meletus di Blitar.
Berbeda dengan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar), maupun Tentara Pelajar (TP) yang kemampuannya bersifat umum, TGP diisi oleh pelajar-pelajar dari sekolah kejuruan teknik.
Baca Juga :Korsleting Kulkas saat Ditinggal Salat Subuh, Dua Rumah di Nganjuk Terbakar
Keahlian-keahlian khusus yang mereka miliki adalah, membuat jebakan, merakit bahan peledak untuk kemudian memasang dan meledakkannya.
Mereka juga terampil dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan konstruksi (misalkan membangun jembatan darurat).
Tidak hanya itu saja, anak-anak muda ini mampu memproduksi senjata maupun granat yang bahan-bahannya diambil dari bom-bom Belanda yang gagal meledak. (ziz)



















