BLITAR, SEJAHTERA.CO – Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar berlangsung semarak, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Kali Kuning, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, tersebut diikuti sekitar 750 peserta.
Baca juga:Cegah Karhutla, Polres Blitar Kota Gencarkan Edukasi dan Patroli di Lereng Gunung Pegat
Peserta terdiri atas siswa baru, wali murid, tenaga pendidik, serta sejumlah tamu undangan. Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekaligus beradaptasi dengan sistem pendidikan yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar, Johan Argono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik, wali asrama, dan orang tua yang telah mengawal proses pembangunan hingga sekolah mulai beroperasi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas hadirnya program Sekolah Rakyat yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan dan fasilitas yang layak.
Senada, Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Blitar menyampaikan apresiasi atas terealisasinya Sekolah Rakyat di Kota Blitar.
Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut menjadi salah satu upaya membantu meringankan beban keluarga kurang mampu sekaligus memastikan anak-anak memperoleh pendidikan berkualitas.
“Keberadaan sekolah ini menjadi solusi nyata dan pilihan yang sangat baik dalam membantu beban orang tua kurang mampu, sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan berkualitas demi kemajuan Kota Blitar serta masa depan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan menilai pembukaan MPLS memiliki peran penting dalam membantu siswa baru beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama (boarding school).
Menurutnya, masa pengenalan tersebut tidak hanya memperkenalkan fasilitas dan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan hidup sehari-hari (life skills) sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung secara penuh.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kota Blitar dan Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam mempersiapkan pelaksanaan MPLS.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan peran Sekolah Rakyat dalam memberikan akses pendidikan yang merata sekaligus membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan taraf hidup.
Rangkaian pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar berlangsung tertib, lancar, dan aman. Para siswa tampak antusias menyambut lingkungan serta pengalaman baru dalam pendidikan berasrama.
Baca juga:Kandang Ayam di Kademangan Blitar Terbakar, 21 Ribu Anak Ayam Mati dan Kerugian Rp1 Miliar
Dengan dimulainya MPLS, Sekolah Rakyat di Kota Blitar diharapkan mampu membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, memiliki keterampilan hidup, serta siap memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.



















