Mulai 25 Mei 2026, Jembatan Gondang I Ditutup Total, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Satlantas Polres Tulungagung, memberikan pernyataan terkait rencana rekayasa lalu lintas pasca penutupan Jembatan Gondang I.
Kaur Bin Ops (KBO), Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Zainudin saat memberikan pernyataan terkait rencana rekayasa lalu lintas pasca penutupan Jembatan Gondang I.(foto: mochammad sholeh sirri)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pemberlakuan rekayasa lalu lintas di ruas Jalan Raya Gondang, Kabupaten Tulungagung, akan mulai diterapkan pada Senin (25/5/2026). Kebijakan ini menyusul penutupan total Jembatan Gondang I akibat proyek pembangunan yang dilakukan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali.

Baca juga:Jembatan Gondang I Diperbaiki, Akses Tulungagung–Trenggalek Ditutup hingga Desember 2026

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Zainudin, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan karena adanya penggantian struktur jembatan secara menyeluruh. Proses pengerjaan tidak memungkinkan dilakukan secara bertahap per lajur, sehingga seluruh akses menuju jembatan harus disterilkan.

Read More

“Perbaikan dilakukan total dengan perubahan konstruksi jembatan, sehingga tidak bisa dilakukan per lajur. Akses menuju jembatan harus steril dari kendaraan,” ujar Iptu Ahmad Zainudin, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan hasil rapat lintas sektor, disepakati bahwa kendaraan bertonase besar akan dialihkan melalui jalur Kecamatan Campurdarat. Kendaraan dari arah Kabupaten Trenggalek akan diarahkan dari simpang empat Durenan menuju Kecamatan Bandung, lalu melintasi Pakel, Campurdarat, dan Boyolangu hingga ke simpang empat Tamanan.

Sementara itu, kendaraan dari arah Kediri dan Blitar akan diarahkan menuju simpang empat Tamanan, kemudian ke selatan melalui Boyolangu, Campurdarat, Pakel, hingga Bandung.

“Untuk kendaraan berat akan dialihkan melalui jalur nasional yang mengarah ke Kecamatan Campurdarat,” jelasnya.

Baca juga:Razia Miras di Tulungagung, Petugas Periksa Legalitas Lima Outlet

Adapun kendaraan roda dua dan minibus diberikan opsi jalur alternatif yang lebih fleksibel. Hal ini dimungkinkan karena tersedia sejumlah ruas jalan lain yang dapat digunakan sebelum mencapai kawasan Jembatan Gondang I.

Terkait durasi pengerjaan, proyek pembangunan jembatan tersebut diperkirakan berlangsung hingga 30 November 2026. Setelah itu, akan dilakukan masa sterilisasi pasca-pembangunan hingga 11 Desember 2026.

Sebelum penutupan diberlakukan, pihak kepolisian bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) akan menggelar rapat sosialisasi lanjutan dengan melibatkan para camat di wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan jalur alternatif serta meminimalkan potensi kemacetan.

“Pekan depan akan dilakukan rapat sosialisasi bersama pemangku wilayah agar masyarakat memahami jalur yang akan digunakan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *