Kediri, SEJAHTERA.CO – Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata pada triwulan pertama tahun 2026, periode Januari hingga akhir Maret, mencapai Rp1.121.254.000. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp746.276.000.
Baca juga:Program ATS di Kediri Berhasil, 5.390 Anak Kembali Sekolah
Peningkatan ini dipengaruhi oleh adanya libur panjang di awal tahun serta libur Lebaran 2026 yang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.
Seiring dengan hal tersebut, Disparbud Kabupaten Kediri terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana menuju kawasan wisata guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menjelaskan bahwa momentum libur panjang memiliki dampak besar terhadap peningkatan PAD sektor pariwisata.
Kawasan wisata seperti Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Gunung Kelud, Air Terjun Ironggolo dan Dolo, Ubalan, serta pemandian Corah Pare terus dikembangkan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kediri.
“Kawasan wisata ini selain meningkatkan PAD, juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berkembangnya UMKM di sekitar lokasi wisata, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Mustika menambahkan, melihat tren positif tersebut, Disparbud Kabupaten Kediri akan terus menggencarkan promosi guna menjaring lebih banyak wisatawan, sekaligus memperkenalkan Kabupaten Kediri ke tingkat yang lebih luas.
Baca juga:Cegah Campak, Dinkes Kediri Percepat Vaksinasi Balita
“Kami akan terus memperkuat promosi agar wisata Kediri semakin dikenal dan mampu menarik lebih banyak wisatawan,” pungkasnya.



















