Pasangan Pedagang Cilok Trenggalek Naik Haji, Nabung Sejak 2001, Sempat Terkendala Biaya Anak Sekolah

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kisah inspiratif datang dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek. Meskipun harus menabung sejak 2001 hingga sempat kandas di tengah jalan, Pasutri yang bekerja sebagai pedagang cilok itu sukses mewujudkan impiannya pergi ke tanah suci.

 

Tak mudah. Itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan kondisi perekonomian keluarga Mufid Asnawi (52) dan istrinya Siti Aisyah (59) warga Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan.

Read More

Meskipun berlatarbelakang perekonomian serba pas-pasan, bahkan kerap mengalami kekurangan, namun tekad yang kuat membuat mereka bisa menunaikan ibadah haji.

Perjalanan panjang dilalui Pasutri pedagang cilok itu untuk bisa mendapatkan porsi haji. Mereka harus menabung sejak 2001 untuk mewujudkan impiannya menunaikan rukuk Islam ke lima.

 

Namun, ikhtiar itu tak sepenuhnya berjalan mulus, lantaran kebutuhan mendesak lainnya sehingga mereka mengalokasikan uang untuk haji tersebut.

“Niat menjalankan ibadah haji sempat muncul dan mulai menabung pada tahun 2001. Namun niat itu, saat itu kandas di tengah jalan karena terdesak kebutuhan untuk sekolah anak,” kata Mufid.

Meskipun begitu, dia tidak patah arang. Meskipun usaha kecilnya mengalami pasang surut, mereka tetap bertekad untuk bisa menunaikan ibadah haji. Hingga akhirnya, kerja kerasnya terwujud.

 

Pada tahun 2012, Mufid beserta istrinya mendaftarkan haji. Mereka menyisihkan uang sekitar Rp 500 ribu per bulan hingga berhasil melunasi biaya haji.

“Rencananya berangkat tahun 2022, tapi diundur karena pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Pria yang menjalani usaha dagangan cilok sejak 1992 itu bakal berangkat ke tanah suci pada tahun ini.

 

Bersama istrinya, dia akan berangkat ke tanah suci pada 7 Juni mendatang melalui kloter 95 embarkasi Sukolilo Surabaya. ”Berangkat Juni nanti,” ujarnya.

Mereka tak menyangka, jerih payah hingga kesabaran mereka berbuah manis. Meskipun sempat kandas, Mufid meyakini, selama diniatkan untuk hal kebaikan, maka Tuhan bakal memberikan jalan kemudahan.

Pedoman itu yang selalu dia pegang sehingga meskipun usahanya pasang surut, dia tetap membuatkan tekad.

 

“Alhamdulillah, kami diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Semoga diberikan kelancaran, amin,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *