Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Proses pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Brumbun – Sine Tulungagung kini sudah mencapai 100 persen dan sudah bisa dilalui masyarakat.
Atas capaian ini, JLS di KabupatenTulungagung dipastikan sudah tersambung seluruhnya dengan total panjang mencapai puluhan kilometer.
PPK 2.1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR, I Made Budiana mengatakan, proyek JLS Brumbun – Sine Tulungagung sudah selesai dikerjakan pada akhir Mei 2026 kemarin.
Meski pembangunan sudah mencapai 100 persen, namun pihaknya masih terus melakukan perbaikan pada beberapa titik.
Perbaikan pada sejumlah titik di ruas JLS Brumbun – Sine Tulungagung dilakukan lantaran saat ini masih masuk pada masa pemeliharaan pasca selesainya proses pembangunan.
Sejumlah alat berat masih disiagakan disekitar ruas JLS Brumbun – Sine Tulungagung untuk membantu petugas dalam proses perbaikan.
Baca Juga :Target 12 Juni 2026 Selesai, Bulog Mojokerto Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Jombang
“Saat ini pembangunan sudah 100 persen, jadi sudah selesai dikerjakan baik pada Lot 1A maupun Lot 1B, tetapi saat ini masuk masa pemeliharaan dan masih ada perbaikan pada sejumlah titik,” kata I Made Budiana, Rabu (3/6/2026).
Meski masih pemeliharaan, ungkap Budiana, ruas JLS Brumbun – Sine saat ini sudah dibuka bagi masyarakat umum yang ingin melintasi ruas jalan tersebut.
Hanya saja, pihaknya meminta agar masyarakat tetap berhati-hati saat melintas, mengingat masib ada lalu lalang alat berat di sekitar lokasi JLS Brumbun – Sine Tulungagung.
Dengan selesainya pembangunan JLS Bumbun – Sine Tulungagung, artinya pembangunan JLS di wilayah Tulungagung sudah tersambung dan telah selesai dikerjakan.
Dengan begitu, saat ini ruas JLS di wilayah Tulungagung yang telah tersambung memiliki panjang kurang lebih mencapai hampir 60 kilometer.
“Pembangunan JLS di wilayah Tulungagung telah selesai. Setelah ini kami fokus JLS di wilayah Trenggalek untuk disambungkan dengan JLS Tulungagung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Budiana menyebut, pihaknya saat ini juga tengah mengusulkan perawatan jalan pada ruas JLS di sekitar Pantai Gemah Tulungagung ke arah Trenggalek.
Baca Juga :Pemkot Batu Sukses Pertahankan Opini WTP BPK RI Sebelas Kali Berturut-turut
Usulan perbaikan itu dikarenakan ruas JLS di wilayah itu mulai mengalami infiltrasi air bawah tanah yang berpotensi menyebabkan perubahan kontur jalan.
Selain itu, untuk kondisi aspal pada ruas JLS di wilayah Tulungagung yang mengalami retakan atau berlubang juga dilakukan penutupan menggunakan metode patching.
Dengan begitu, bagian permukaan jalan yang rusak maupun berlubang dilakukan penambalan untuk mengembalikan kondisi jalan yang rata.
“Sambil menunggu pembiayaannya turun, kami terus memantau dampak yang disebabkan aliran air tanah pada ruas itu. Kami juga tetap melakukan perbaikan pada jalan yang retak dan berlubang dengan ditambal,” pungkasnya.



















