Kediri, SEJAHTERA.CO – Tidak ingin produksi beragam jenis ikan di Kabupaten Kediri menurun, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri memberikan imbauan kepada pembudidaya ikan di Kabupaten Kediri mewaspadai cuaca ekstrem dengan curah hujan intensitas tinggi dan angin kencang.
Yang harus diperhatikan oleh pembudidaya ikan di Kabupaten Kediri menurut Dinas Perikanan adalah kondisi lingkungan kolam agar kesehatan ikan terjaga.
Nur Hafid Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri menjelaskan, suhu yang tidak menentu bisa menganggu keseimbangan ekosistem budi daya ikan, pengaruhnya adalah perubahan suhu, pH dan DO air kolam sehingga akan mengakibatkan pertumbuhan bakteri di dalam air kolam.
Baca Juga :Kapolres Blitar Laksanakan Cek Sarpras Sat Samapta Guna Menjaga Harkamtibmas yang Kondusif
“Untuk mencegah hal tersebut yang perlu dilakukan oleh para pembudidaya ikan adalah pengurangan padat tebar, hal ini akan mengurangi kadar amoniak di dalam kolam sehingga pertumbuhan bakteri bisa ditekan,” paparnya.
Menjaga kestabilan suhu air kolam, suhu air kolam ideal adalah antara 19 – 29 derajat celcius dengan cara mengaliri air (mengocor kolam), ” jelasnya, Jumat (7/2/2025).
Ditambahkan Hafid, perlunya pemberian vitamin dan probiotik, dan pengaturan pemberian pakan. Dimana pada suhu tinggi ikan akan mengalami penurunan nafsu makan.
Baca Juga :Dispendukcapil Kabupaten Kediri Beri Pelayanan Adminduk Lengkap
Tingkat kebersihan kolam sangat perlu dijaga agar ikan. Perlu juga diatas kolam ada pemasangan paranet, agar kotoran daun atau lainya tidak langsung ke kolam.
“Untuk layanan konsultasi dan penangan kesehatan, pembudidaya ikan bisa hubungi petugas Dinas Perikanan dengan cepat pasti dilayani. Adanya mobil keliling pelayanan cepat (moli cekat) memudahkan petugas menuju lokasi pembudidaya ikan hingga petugas memahami keluhan pembudidaya ikan,” imbuhnya.



















