Jombang, SEJAHTERA.CO – Pemkab Jombang belum lama ini meluncurkan program pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, Refuse Derived Fuel (RDF), bertajuk “Seger” di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo.
Baca Juga :
Program RDF bertajuk Seger ini termasuk dalam target 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jombang.
Peluncuran RDF ditandai dengan penekanan tombol mesin oleh Bupati Jombang Warsubi, didampingi Wakil Bupati Salmanudin, Sekda Agus Purnomo, serta perwakilan dari PT Semen Indonesia, dan pihak swasta mitra RDF.
RDF dimaksudkan untuk mengolah sampah anorganik tak bernilai jual menjadi bahan bakar alternatif bagi industri. Uji coba awal dilakukan dengan mengirim 2,2 ton RDF ke PT Semen Indonesia di Tuban.
“Inovasi ini untuk mengurangi volume sampah di TPA dan memberi nilai tambah dari sisi energi,” kata Warsubi, pada saat peluncuran, Senin (19/5/2025).
Baca Juga :Pemkot Batu Lepas 197 Jemaah Calon Haji
Selain RDF, Pemkab Jombang juga menampilkan fasilitas pengolahan kompos dan budidaya maggot BSF yang didampingi PT Phalosari. Proses pemilahan hingga produksi RDF diperlihatkan dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jombang, Miftahul Ulum, menyebut RDF “Seger” dijalankan bersama Perumda Aneka Usaha Seger, dan masuk dalam strategi pengurangan sampah dari sisi hilir.
Meski baru tahap awal, Pemkab menilai RDF bisa menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah. Tantangannya kini terletak pada kesinambungan produksi dan pembenahan sistem pengelolaan dari hulu ke hilir.



















