Lamongan, SEJAHTERA.CO – Pemkab Lamongan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program swasembada gula nasional melalui pelaksanaan program bongkar ratoon tanaman tebu.
Kegiatan bongkar ratoon tanaman tebu ini dilaksanakan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Kabupeten Lamongan.
Diketahui, Kabupaten Lamongan dikenal memiliki potensi besar di sektor perkebunan, khususnya komoditas tebu dan tembakau.
Sepanjang tahun 2025, produksi tebu di Kabupaten Lamongan tercatat mencapai 2.331.852 kwintal, dengan tingkat produktivitas sebesar 66,3 kwintal per hektare dan luas tanam mencapai 3.360,941 hektare.
Baca Juga :Kehabisan Oksigen, Warga Kanigoro Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Mobil
Sementara itu, di Desa Tunggunjagir sendiri telah ditanami tebu jenis Bululawang seluas 139,478 hektare, yang menjadi salah satu sentra pengembangan tebu di wilayah selatan Lamongan.
Program bongkar ratoon dinilai sangat efektif dalam meningkatkan hasil produksi tebu. Melalui program ini, tanaman tebu tua yang produktivitasnya menurun digantikan dengan bibit baru yang lebih unggul.
Selain itu, program ini juga mampu memperbaiki kualitas tanah, menekan risiko serangan hama, serta memperkuat kemitraan antara petani dengan pabrik gula.
Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes, Senin (8/12/2025), menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi gula nasional.
Baca Juga :Diduga Rem Blong, Dump Truk Sasak Motor dan Mobil Milik Dokter di Kota Blitar
“Dalam rangka mewujudkan swasembada gula , Pemerintah telah mencanangkan bongkar ratoon tahun 2025. Program bongkar ratoon menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas gula,” tutur Pak Yes.



















