Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Meski setiap tahun membuka rekrutmen aparatur sipil negara (ASN), Pemerintah Kabupaten Tulungagung masih menghadapi kekurangan tenaga kerja cukup besar.
Total kebutuhan pegawai di kota marmer ini diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Tulungagung, Soeroto, menjelaskan kebutuhan tersebut mencakup tiga kategori, yakni tenaga guru atau pengajar, tenaga teknis, dan tenaga kesehatan.
Dari jumlah itu, tenaga guru serta kesehatan menempati porsi terbesar.
“Kalau dikatakan masih kekurangan pegawai, iya. Karena setiap tahun ada saja pegawai yang memasuki masa pensiun,” ungkapnya, Minggu (14/9/2025).
Baca Juga :Perangkat Pendeteksi Gunung Kelud Senilai Rp 1,5 Miliar Hilang Dicuri, Polres Blitar Selidiki
Soeroto menambahkan, dalam tiga tahun terakhir Pemkab Tulungagung sudah merekrut pegawai baru, baik melalui jalur calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Namun, langkah tersebut belum mampu menutup seluruh kebutuhan.
Menurutnya, kebutuhan rekrutmen pegawai baru sebetulnya ada setiap tahun. Namun keputusan untuk mengajukan formasi tambahan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Kalau ada pegawai baru, jelas anggaran untuk gaji juga ikut bertambah,” jelasnya.
Berdasarkan evaluasi tahunan, alokasi anggaran untuk belanja pegawai di Tulungagung sudah menyentuh lebih dari 30 persen dari total APBD.
Baca Juga :Harga Cabai dan Bawang Melonjak, Warga Mengeluh
Saat ini jumlah ASN di lingkungan Pemkab Tulungagung mencapai lebih dari 12 ribu orang, dengan rincian sekitar 7 ribu PNS dan lebih dari 5 ribu PPPK.
“Untuk sementara, tahun ini kami masih fokus pada penuntasan pegawai PPPK. Baik hasil rekrutmen tahun 2024 lalu, maupun PPPK paruh waktu,” pungkasnya.



















