KEDIRI, SEJAHTERA.CO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliombo Kota Kediri resmi disuspend dan dihentikan operasionalnya sementara mulai Jumat (18/9/2026). Keputusan ini diambil imbas insiden dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 37 siswa SD di Kota Kediri.
Baca juga:Gelar Razia Dua Hari di Kediri, Tim Gabungan Sita 32.260 Batang Rokok Ilegal senilai Puluhan Juta
Langkah tegas tersebut diumumkan langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati (Mbak Wali), usai meninjau kondisi penanganan korban di RSUD Gambiran dan puskesmas, yang dilanjutkan dengan inspeksi mendadak ke fasilitas dapur SPPG Kaliombo.
Mbak Wali mengungkapkan bahwa meskipun sampel makanan masih menjalani uji laboratorium guna mendeteksi kontaminasi bakteri atau bahan berbahaya, temuan rekaman CCTV dan sidak lapangan mengungkap banyak pelanggaran standar kehigienisan (hygiene) dan sanitasi di SPPG Kaliombo.
“Hasil pengecekan menunjukkan beberapa poin krusial, di antaranya terlihat hewan kucing masuk ke area penyiapan saat daging ayam diletakkan di lantai. Petugas juga kedapatan tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) standar, termasuk di area pencucian wadah ompreng,” beber Mbak Wali, Jumat (18/9/2026).
Selain masalah sanitasi, tim investigasi menemukan manipulasi waktu memasak yang dilakukan terlalu dini jauh sebelum jadwal pengiriman, serta prosedur penyimpanan bahan mentah daging ayam di dalam freezer yang tidak memenuhi durasi pembekuan standar.
Ia menegaskan, temuan ini akan dilaporkan secara resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) selaku lembaga yang memiliki kewenangan penuh atas izin dan penutupan permanen SPPG.
“Jika sarana dan prosedur operasionalnya terbukti mengabaikan standar keselamatan pangan anak, kami rekomendasikan ke BGN untuk ditutup permanen. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi total seluruh SPPG di Kota Kediri,” tegasnya.
Insiden dugaan keracunan paket MBG tersebut sebelumnya berdampak pada 37 siswa SDN di Kota Kediri. Berdasarkan data penanganan medis per Jumat (18/9/2026) 10 siswa menjalani rawat inap di RSUD Gambiran dalam pemantauan pemulihan intensif akibat gejala mual dan muntah. Sementara sebanyak 27 siswa telah dipulangkan dan kondisi kesehatannya dinyatakan membaik dan selanjutnya menjalani rawat jalan Puskesmas.
Baca juga:Pantau Harga dan Stok Beras di Pasar Pamenang, Satgas Saber Kediri Imbau Warga Tak Panic Buying
Guna mengusut tuntas kasus ini, Pemkot Kediri telah membentuk tim investigasi bersama unsur TNI, Polri, Kejaksaan Negeri, serta Korwil dan Korcam BGN Kota Kediri.



















