Warga Wonotirto Blitar Gempar, Mayat Pria Berbaju Koko Ditemukan Mengapung di Sungai Serit

Petugas saat evakuasi jenazah dari sungai.
Petugas saat evakuasi jenazah dari sungai. (aziz/memo)

BLITAR, SEJAHTERA.CO – Sabtu (19/9/2026) – Warga Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, mendadak gempar. Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan mengapung di aliran Sungai Serit setempat, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Baca juga:Kantor Desa Bacem Blitar Dibobol Maling, Dua Laptop dan Proyektor Raib Ditinggal Kunci Menancap

Hingga kini, identitas Mr. X tersebut masih dalam penelusuran pihak kepolisian. Adapun ciri-ciri korban yakni berusia sekitar 50 tahun, tinggi badan 170 sentimeter, dan berambut pendek keriting. Saat ditemukan, korban mengenakan celana warna cokelat, baju koko warna korem, baju dalam putih, serta memakai gelang kawat warna putih-merah di tangan kanan.

Read More

“Identitasnya masih belum diketahui. Jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit,” kata Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, Sabtu (19/9/2026).

Saiful menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak mencari rumput di sekitar sungai. Saat melihat ada tubuh manusia mengapung di tepi aliran air, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi setempat.

Petugas gabungan dari tim identifikasi Satreskrim, SPKT Polres Blitar, bersama tim medis segera mendatangi lokasi untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat ditemukan kondisi korban sudah meninggal dunia. Kulitnya mulai terkelupas, serta bagian tangan kanan, kiri, dan wajah sudah membengkak,” tambahnya.

Usai olah TKP, jenazah dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Blitar, untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan para saksi demi mengungkap identitas korban.

Baca juga:Tekan Kasus TPPO dan TPPM, Imigrasi Blitar Edukasi Warga Bakung Lewat Program Desa Binaan

“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi kantor polisi terdekat atau layanan 110,” pungkas Saiful.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *