Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Seorang pria berinisial NS (45) warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung dilaporkan menghilang usai berpamitan untuk memancing di Sungai Brantas.
Korban diduga hanyut setelah terjatuh ke Sungai Brantas lantaran sepeda motor dan alat pancingnya ditemukan di sekitar Sungai Brantas.
Kapolsek Ngantru, AKP Edy Santoso mengatakan, awalnya korban berpamitan kepada istrinya hendak pergi memancing di sungai pada Senin (6/7/2036) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban kemudian meninggalkan rumah dengan membawa alat pancing dan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna merah.
Setelah meninggalkan rumah, korban sudah hilang kontak dan tidak bisa dihubungi sekitar pukul 17.30 WIB, sehingga keluarga korban berusaha mencari.
Baca Juga :OJK Tegakkan Hukum, Indikasi Judi Bekukan Puluhan Ribu Rekening, Cabut Izin BPR di Klaten
Sayangnya, upaya pencarian terhadap korban yang dilakukan oleh anggota keluarganya hari itu tidak membuahkan hasil.
“Sekitar iga jam setelah korban meninggalkan rumah sudah tidak bisa dihubungi. Keluarga sempat berusaha mencari tetapi hasilnya nihil,” kata AKP Edy Santoso, Rabu (8/7/2026).
Keesokan harinya, ungkap Edy, seorang saksi menemukan sepeda motor, alat pancing dan sandal milik korban yang tergeletak di sekitar bibir Sungai Brantas.
Saksi yang mendapati barang bukti itu kemudian melaporkannya ke Polsek Ngantru dan petugas segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP)
Setibanya di TKP, petugas juga menghubungi keluarga korban agar segera datang ke TKP untuk memastikan barang bukti yang ditemukan merupakan milik korban.
Setelah memastikan jika temuan barang bukti itu merupakan milik suaminya, istri korban kemudian melaporkan kejadian itu agar ditindak lanjuti.
“Kemarin kami bersama petugas BPBD Tulungagung melakukan pemantauan di TKP dan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ungkapnya.
Baca Juga :OJK Tegakkan Hukum, Indikasi Judi Bekukan Puluhan Ribu Rekening, Cabut Izin BPR di Klaten
Atas kejadian ini, jelas Edy, petugas menduga jika korban tercebur ke Sungai Brantas dan rencananya proses pencarian melibatkan Tim SAR dilakukan pada Rabu (8/7/2026) pagi.
Petugas juga sudah berkoordinasi dengan Basarnas Trenggalek untuk membantu proses pencarian terhadap korban.
“Kemarin kami bersama BPBD Tulungagung melakukan pemantauan dan asesmen di TKP. Proses pencarian akan dilakukan hari ini,” pungkasnya.



















