Kediri, SEJAHTERA.CO – Lakon teater Entit yang dibawakan guru-guru seni di Kabupaten Kediri memukau undangan yang sebagian besar para guru. Pertunjukkan ini ditampilkan di Hari Guru Nasional dan HUT ke-79 PGRI. Kegiatan dipusatkan di depan Kantor Dishub Kabupaten Kediri, Senin (25/11/2024) siang.
Baca Juga :Amankan Coblosan TPS, Polres Blitar Kerahkan 520 Personel
Lulus Nugraheni MPd, pimpinan produksi acara Hari Guru Nasional dan HUT ke-79 PGRI tahun 2024 mengatakan, semua pemeran teater dengan lakon Entit ini diperankan oleh guru-guru seni di Kabupaten Kediri. Cukup dengan lima kali latihan mereka bisa melakonkan cerita Entit dengan apik.
“Lima kali latihan ini sekaligus dengan penata iringan, sehingga keserasian cerita Entit bisa terbangun dan karakter pemeran juga diperankan dengan baik hingga pesan moralnya sampai ke penonton, meski penyampaiannya setengah komedi,” katanya.
Baca Juga :Berbahaya, PVMBG Rekomendasikan Lubang di Sungai Ditutup
Entit sejatinya adalah penggambaran dari Panji Asmoro Bangun dan mencari kekasihnya Galuh Chondro Kirono. Hingga ia menyamar sebagai petani dan di situlah keduanya dipertemukan kembali setelah sekian lama pencarian.
Ainul Yakin guru seni SMP Negeri 2 Mojo pemeran Entit mengaku bangga dengan peran yang ia mainkan dan ia bisa menguasai panggung karena terbiasa pentas teater dan main di Kala Senja di Bumi Panjalu.
“Senang dengan pertunjukkan ini dan diapresiasi oleh pejabat Pemkab Kediri dan ribuan guru,” ujarnya.
Baca Juga :Panik ! Saat Motor Tiba-tiba Terbakar di SPBU Trenggalek, Begini Kronologinya
Hal yang sama disampaikan Farida Rahmawati pemeran Galuh Chandra Kirana yang juga guru seni di SMP Negeri 2 Mojo. Alumnus ISI Surakarta ini memerankan karakternya dengan apik dan menjiwai.
“Kita ikuti kegiatan seni di Kabupaten Kediri dan dibimbing Bu Lulus,” katanya.
Asrining Kusuma Wardhani Sinden kondang Kediri mengapresiasi pentas seni di Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-79 PGRI di tahun 2024 ini.
“Kreativitas guru-guru seni sangat tinggi sehingga mengemas karya seni pun juga bagus,” jelasnya.
Siswantoro Kepala SMP Negeri 2 Purwoasri mengapresiasi karya seni para guru seni Kabupaten Kediri. Menurutnya hal ini sebagai aset kekayaan budaya Kabupaten Kediri.
Baca Juga :Turun Hujan Hampir Dua Jam, Sungai Bendokrosok Meluap ke Pemukiman Warga Banyakan
“Harus dipertahankan dan penggalian karya seni asli Kabupaten Kediri bisa di tampilkan dengan cerita yang mengena pada masyarakat,” ucapnya.



















