Petani Cabai Kediri Keluhkan Naiknya Harga Plastik Mulsa

Petani Kabupaten Kediri di lahan cabainya. (ist)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Petani cabai, semangka dan melon di Kabupaten Kediri saat ini mengeluhkan harga plastik mulsa yang naik tinggi.

Sehingga mereka merogoh kocek lebih dalam lagi untuk kebutuhan plastik mulsa untuk proses awal tanam cabai, timun atau semangka.

Saat ini plastik mulsa harganya Rp35.000 per kilogram, dan sebelumnya Rp27.000 per kilogram.

Read More

Sukrisno salah satu petani cabai di Kabupaten Kediri mengaku kaget adanya kenaikan harga plastik mulsa yang biasanya untuk dasar kebutuhan tanam cabai, melon, semangka, dan timun di lahan sawahnya.

Untuk tanaman cabai di lahan seluas 200 ru ia butuhkan 50 kilogram plastik mulsa dan jika harganya Rp35.000 dikalikan 50 tentu anggaran kebutuhan plastik mulsa untuk proses tanam awal ongkos produksi awal semakin tinggi.

Baca Juga :Rumah Warga Bantur Rusak Diduga Akibat Ledakan Bom Ikan, Polisi Selidiki Pelaku

“Di lokasi lain saya juga punya lahan semangka dan timun dengan luasan yang sama lahan cabai, jadi keluarnya bisa berlipat untuk proses awal tanam cabai, melon dan timun. Terlebih timun saat ini harganya Rp1000 per kilogramnya,” katanya, Selasa (28/4/2026).

Krisna berharap kepada pemerintah berperan aktif bisa menurunkan kembali harga plastik mulsa ke Rp27.000 per kilogram agar petani cabai atau petani lainnya yang gunakan mulsa tidak terlalu terbebani dengan harga kebutuhan pertanian yang tinggi dan mahal.

Saat harga Rp 27.000 per kilogram kebutuhan plastik mulsa dilahan 200 ru ada 50 kilogram.

Baca Juga :Damkar Satpol PP Tangkap Ular Piton Sepanjang 3 Meter Sedang Memangsa Ayam

“Tetap kita gunakan plastik mulsa untuk tanaman yang berkualitas sekalipun harga plastik mulsa tinggi. Harapan kita, pemerintah bisa turunkan harga plastik mulsa untuk kebutuhan kebaikan kualitas produksi pangan di Kabupaten Kediri,” imbuhnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *