Peziarah Makam Gus Dur Diajak Kunjungi MINHA, Gus Fahmi: Hargai Warisan Budaya Islam

Peziarah Makam Gus Dur Diajak Kunjungi MINHA, Gus Fahmi: Hargai Warisan Budaya Islam

Jombang, SEJAHTERA.CO – Salah satu pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq atau yang akrab disapa Gus Fahmi, mengajak peziarah makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga menyempatkan diri berkunjung ke Museum MINHA (Museum Islam Nusantara Hasyim Asy’ari).

Ajakan ini bertujuan memperkaya pengalaman spiritual dan edukatif para peziarah. Museum MINHA yang berada tak jauh dengan makam Gus Dur menawarkan pengetahuan sejarah yang kaya dan edukatif.

Gus Fahmi menjelaskan bahwa museum ini tidak hanya menyediakan informasi sejarah, tetapi juga menjadi tempat edukasi penting bagi para pengunjung.

Read More

“Dengan berkunjung ke Museum MINHA, para peziarah dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya dan sejarah Islam di Indonesia,” kata Gus Fahmi, Rabu (19/6/2024).

Museum MINHA didirikan untuk melestarikan sejarah dan kebudayaan Islam Nusantara. Di dalamnya terdapat berbagai artefak dan informasi mengenai perkembangan Islam di Indonesia, serta penghormatan khusus kepada Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama dan kakek dari Gus Dur.

Selain memberikan pengetahuan, Gus Fahmi berharap kunjungan ke Museum MINHA dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama bagi para pelaku usaha kecil di sekitar kawasan tersebut.

“Kunjungan ke museum ini diharapkan dapat mendukung usaha mikro kecil lokal dan meningkatkan apresiasi terhadap sejarah dan budaya Islam di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Gus Fahmi juga mengungkapkan bahwa wisata religi Makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang, dipadati oleh peziarah pada momen Idul Adha ini. Pada hari biasa, jumlah peziarah yang datang mencapai sekitar 3.000 orang per hari.

“Namun, pada akhir pekan dan hari-hari libur, jumlah ini dapat melonjak hingga tiga kali lipat, mencapai lebih dari 15.000 orang,” bebernya.

Lonjakan peziarah ini tidak hanya membawa berkah bagi umat Islam tetapi juga berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar.

“Banyak pedagang kaki lima yang membuka lapak di sepanjang jalan menuju makam Gus Dur, memanfaatkan peningkatan jumlah pengunjung,” pungkasnya.

Reporter : Agung Pamungkas

Editor: Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *