Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Pundi-pundi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Trenggalek jadi sorotan legislatif. Mereka menilai realisasi PAD itu stagnan sehingga perlu peningkatan.
Peningkatan PAD itu dinilai sepadan dengan potensi-potensi yang dimiliki Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek.
Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Agus Cahyono menilai, realisasi PAD Trenggalek tak lepas dari angka kisaran Rp 300 miliar. Jumlah itu berkaca dari laporan keterangan pertanggungjawaban bupati dalam pelaksanaan APBD Trenggalek tahun anggaran 2023.
“Dari sekian kurun waktu, PAD kita tidak bergeser seputar Rp 300 miliar, bahkan di bawah itu. Pernah dulu mencapai Rp 400 miliar lebih saat Covid-19 karena ada dana kompensasi,” kata Agus di Kantor DPRD Trenggalek.
Berkaca dari realisasi itu, legislatif berharap potensi PAD Trenggalek dapat ditingkatkan. Mengingat banyaknya potensi-potensi itu juga ditunjang dengan mobilitas yang mumpuni, seperti misalnya keberadaan jalur lintas selatan.
Kemudahan transportasi itu, memberikan daya tarik kepada investor untuk berinvestasi di Bumi Menak Sopal. Pihaknya juga mengapresiasi langkah dari pemerintah daerah yang memberikan kemudahan para investor untuk berinvestasi.
“Untuk itu dimaksimalkan pelaksanaannya sehingga sesuai target, kemudian dilakukan pendataan-pendataan soal potensi PAD,” imbuhnya.
Termasuk pemanfaatan aset milik pemerintah daerah yang dapat meningkatkan kontribusi pundi-pundi PAD. Meningkatnya potensi PAD itu bakal memberikan ruang fiskal yang cukup bagi pemerintahan daerah untuk mewujudkan visi misinya yang nantinya juga bakal kembali lagi ke masyarakat.
“Termasuk memanfaatkan aset yang dimiliki pemerintah daerah. Itu salah satu rekomendasi kami. Secara umum sudah baik, namun perlu ditingkatkan lagi,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Dhita Septiadarma



















