Batu, SEJAHTERA.CO – Permasalahan penanganan sampah yang ada di Kota Batu tak lepas dari kesadaran masyarakat sendiri.
Baca Juga :Produksi Benih Ikan Lele Tahun 2024 di Kabupaten Kediri Capai 13 Miliar Lebih
Tingkat kesadaran masyarakat di Kota Batu seharusnya bisa menjadi contoh yang baik agar kinerja pemerintah dalam hal ini Pemkot Batu mampu menanggulangi permasalahan sampah di Kota Wisata Batu .
Bahkan Pemkot Batu selalu gerak cepat jika terjadi tumpukan sampah, namun meski sudah berulang kali dibersihkan, warga masih saja tidak sadar dan tetap dengan mudahnya membuang sampah di pinggir jalan maupun ke sungai-sungai di wilayah Kota Batu.
Baca Juga :Pemenang Pilkada Kota Batu, Nurochman – Heli Suyanto Bakal Dilantik di IKN pada 6 Februari 2025
Hal ini membuat Pj Walikota Batu Aries Agung Paewai juga tidak memungkiri bahwa sering menemukan sampah-sampah dibuang sembarangan. Bahkan beberapa waktu lalu, dia juga menemukan ada sampah yang nyangkut di salah satu jembatan.
“Sempat lewat di Brantas itu ada sampah yang nyangkut di pipa. Begitu orang tidak peduli dengan lingkungan. Saya miris melihat orang-orang yang tidak menjaga Kota Batu,” katanya, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga :Tak Kuat Menanjak, Gandengan Sarat Muatan Jagung Terguling di Jalan Raya Kanigoro
Pj Walikkota Batu Aries Agung Paewai merasa sangat miris melihat masih banyak warga yang buang sampah sembarangan. Sedangkan disisi lain, pemerintah terus menyuarakan pentingnya memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Tak hanya itu, pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi sampah yang ada di Kota Batu. Salah satunya dengan memaksimalkan pengelolaan sampah di TPA Tlekung, baik menambah jam kerja hingga penambahan mesin incenerator.
Baca Juga :Produksi Ikan Air Tawar Meningkat Drastis, Ini Data Dinas Perikanan Kabupaten Kediri
Dirinya menyampaikan bahwa mengurangi sampah itu bukan hanya tugas dari pemerintah. Tapi peran sarta masyarakat sangat penting untuk menanggani persoalan sampah yang tidak kunjung terselesaikan.
“Mengurangi sampah itu kebutuhan kita bersama. Ketika masyarakat tidak peduli dengan sampah, maka tidak akan terkurangi sampah itu. Prosesnya bagaimana dilingkungan paling terendah itu bisa memilah sampah. Mana sampah basah dan kering. Kalau itu sudah dipilah, maka pengelolaan sampah ini lebih mudah,” terangnya.
Baca Juga :Tidak di IKN, Pelantikan Kepala Daerah Serentak Diadakan di Istana Merdeka Jakarta
“Tidak ada daerah yang bisa berhasil tanpa keterlibatan masyarakat. Di Indonesia itu semua permasalahan adalah sampah. Sekarang bagaimana cara kita bisa sama-sama menyelesaikannya,” tandasnya.



















