PMK meluas, Dewan Dorong Pemkab Ponorogo untuk Tutup Pasar Hewan Jetis

PMK meluas, Dewan Dorong Pemkab Ponorogo untuk Tutup Pasar Hewan Jetis
Pasar hewan yang berada di Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. (istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Mulai mewabahnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sejumlah hewan ternak di Kabupaten Ponorogo, ikut mendapat komentar dari wakil rakyat.

Baca Juga :Bagi Pelajar Kota Batu Bakal Ada Tambahan 23 Mobil Angkutan Gratis

Pasalnya, penyakit yang menyerang imunitas hewan ternak tersebut sebenarnya bukan baru pertama kali terjadi. Bahkan kasus PMK pada 2022 lalu menyebabkan ratusan sapi perah di Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo mati.

Read More

Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno menyebut jika sebenarnya peristiwa yang terjadi pada 3 tahun lalu seharusnya menjadi pembelajaran untuk Pemkab Ponorogo.

Apalagi, sebelum PMK di Ponorogo muncul 1 bulan terakhir, sejumlah daerah sekitar seperti Ngawi dan Magetan sudah terdampak terlebih dahulu.

Baca Juga :Cegah Penyebaran Virus PMK, Pembatasan Lalu Lintas Hewan Ternak Diberlakukan di Kota Batu

“Kalau sekarang karena sudah terlambat, sudah bukan lagi pencegahan tapi harus ada penanganan cepat dari Dinas,” ungkap Kang Wi, sapaannya, Senin (6/1/2025)

Selain itu, Kang Wi juga mendorong Pemkab Ponorogo untuk segera mengeluarkan surat keputusan melakukan penutupan Pasar Hewan Jetis. Ditakutkan, hewan ternak yang terpapar PMK akan menularkan virus kepada yang lain.

Apalagi Pasar Hewan Jetis banyak dikunjungi pedagang dari luar daerah. ”Lebih baik pasar hewan tidak dibuka dulu, seperti kebijakan yang diambil Wonogiri,” terangnya.

Baca Juga :Kementan Bantu 1828 Dosis Vaksin untuk Penyembuhan Sapi Terpapar PMK di Kediri

Dia menambahkan jika tidak segera ada tindakan dari Pemkab Ponorogo dikhawatirkan kasus tersebut terus meluas. Kalaupun dijual harga hewan ternak anjlok dari nilai pasaran. Ditambah masalah vaksin PMK belum ada titik terang.

“Kami harapkan Pemkab Ponorogo segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian agar segera dapat vaksin untuk PMK ini, dan segera bisa ditanggulangi,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *