Batu, SEJAHTERA.CO – Walikota Batu Nurochman menerima kritik dan masukan dari pemerhati lingkungan yang menolak adanya pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
Menurutnya penolakan warga ini terlebih jika memang berdampak pada keberadaan sumber mata air.
“Kami tentunya masih kaji ulang untuk memilih opsi lokasi yang tidak menimbulkan masalah,” tutur Nurochman, Rabu (16/7/2025).
Untuk diketahui, Sumber Umbul Gemulo juga menjadi salah satu mata air yang menyuplai air bersih wilayah Kota Batu.
Baca Juga :Pengedar Sabu 33 Poket Asal Banyuwangi Ditangkap di Malang, Begini Kronologinya
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Perumdam Among Tirto Batu setidaknya enam sumber mata air yang digunakan untuk suplai masyarakat.
Yakni Sumber Darmi, Sumber Kasinan, Sumber Torongbelok, Sumber Gemulo, Sumber Banyunin dan Sumber Ngesong.
Kasi Perencanaan dan Pengembangan Teknik Perumdam Among Tirto Kota Batu Wahyudin mengungkapkan, secara teknis pembangunan di dekat sumber mata air memang bisa mengganggu produktivitas mata air.
“Namun, perlu dilakukan studi lebih detail terkait catchment area,” ujarnya.
Udin, sapaannya, menyebut pembangunan di sekitar mata air sebenarnya bisa dilakukan upaya. Seperti studinya di daerah Trawas, Kabupaten Mojokerto untuk dibangun sumur resapan.
Baca Juga :Kadindik Jatim Harapkan MPLS untuk Unjuk Bakat hingga Perang Lawan Judol
Khususnya di masing-masing blok rumah. Satu sumur resapan yang dibangun setidaknya delapan meter persegi per satu sumur. Idealnya juga dipasang di area tadah hujan.
Upaya itu, dikatakan Udin, bisa meningkatkan debit dan memunculkan sumber mata air baru. “Tapi prosesnya juga panjang, sekitar 2 tahun, itupun bergantung volume curah hujan,” paparnya.



















