Polisi Dalami Kasus Penemuan Bayi di Ponorogo, Hasil Autopsi Tanpa Luka Luar

Kasatreskrim Polres Ponorogo.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali.(foto: istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Misteri penemuan jasad bayi laki-laki di Dukuh Sendang, Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Ponorogo, masih didalami polisi. Hasil autopsi menunjukkan bayi tersebut tidak mengalami luka luar saat ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam kantong kresek hitam.

Baca juga:Jelang Idul Adha 1447 H, Kemenag Ponorogo Latih 200 Juleha untuk Penyembelihan Kurban

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengungkapkan autopsi terhadap bayi tanpa identitas itu telah selesai dilakukan. Dari hasil pemeriksaan, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang tubuh sekitar 55 sentimeter.

Read More

“Bayi laki-laki, panjang 55 sentimeter, rambut hitam dengan panjang sekitar lima sentimeter. Saat ditemukan masih ada tali pusar,” ungkap AKP Imam Mujali, Senin (18/5/2026).

Polisi memperkirakan bayi tersebut telah meninggal dunia sebelum dibuang di lokasi penemuan. Saat ditemukan warga, kondisi jasad sudah membusuk selama sekitar tiga hingga empat hari.

“Hasil autopsi tidak ditemukan luka luar. Tubuh masih utuh. Ada bintik di belakang kepala, kemungkinan akibat ulat dalam proses pembusukan,” jelasnya.

Penyidik juga masih mendalami proses kelahiran bayi tersebut, termasuk kemungkinan persalinan dilakukan dengan bantuan tenaga medis. Namun, dari hasil autopsi sementara, bayi diduga lahir dalam kondisi cukup bulan.

Baca juga:Ribuan GTT Ponorogo Belum Masuk Dapodik, DPRD Soroti Dampaknya

“Hasil autopsi menunjukkan bayi lahir cukup bulan dan diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar tiga hari saat ditemukan,” imbuhnya.

Di lokasi kejadian, polisi tidak menemukan barang bukti lain selain kantong kresek hitam yang digunakan untuk membungkus jasad bayi. Aparat juga tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Tim opsnal dan reskrim masih melakukan pendalaman. Kami juga telah memeriksa tiga orang saksi, termasuk penemu pertama jasad bayi,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *