Polisi Ungkap Pelaku Pembuangan Bayi di Udanawu, Ternyata Sepasang Remaja SMA–SMK

Polisi Ungkap Pelaku Pembuangan Bayi di Udanawu, Ternyata Sepasang Remaja SMA–SMK
Kapolsek Udanawu AKP A. Rochan saat meminta keterangan orang tua bayi.  (aziz/memo)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Polisi akhirnya mengungkap kasus pembuangan bayi di teras sebuah rumah di Dusun Sukorejo, Desa Ringinanom, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Orang tua bayi perempuan itu ternyata sepasang kekasih yang masih duduk di bangku SMK dan SMA.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar. Ia mengatakan polisi berhasil mengungkap kasus itu setelah menghimpun sejumlah informasi.

“Sudah ada kejelasan. Saat ini masih dimintai keterangan lebih lanjut di Polsek Udanawu,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Read More

Ia menjelaskan, identitas pasangan itu adalah MAZ (16), pelajar kelas XI asal Kecamatan Udanawu yang bersekolah di salah satu SMK di Kecamatan Srengat. Sementara ibu bayi adalah VM (16), warga Kecamatan Wonodadi yang juga pelajar kelas XI di salah satu SMA di Kecamatan Ponggok.

Baca Juga :Pemkab Kediri Resmi Lepas Kontingen NPCI ke Paralimpiade Jatim 2025

“Petugas mendapat informasi dari perangkat desa asal MAZ bahwa bayi yang ditemukan beberapa hari lalu adalah anaknya,” tambahnya.

Mendapat informasi tersebut, anggota Polsek Udanawu kemudian menindaklanjuti dengan mengamankan MAZ di rumahnya di salah satu desa di Kecamatan Udanawu. Dari keterangan MAZ, diketahui bahwa ibu bayi adalah pacarnya, VM, yang tinggal di sebuah desa di Kecamatan Wonodadi.

Petugas kemudian melakukan pengecekan ke rumah VM, tetapi ia tidak berada di tempat. Setelah dihubungi, VM mengaku sedang berada di rumah temannya di Desa Kebonagung, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

“Akhirnya petugas mengamankan VM dan membawanya ke Polsek Udanawu,” kata Samsul.

Di hadapan polisi, keduanya mengakui sebagai ayah dan ibu dari bayi yang ditemukan pada Minggu, 30 November 2025, di rumah warga Dusun Sukorejo, Desa Ringinanom, Kecamatan Udanawu.

MAZ mengaku sebagai orang yang meletakkan bayi di teras rumah warga tersebut. Ia memilih rumah itu karena melihat pintu masih terbuka dan mengira pemilik rumah masih terjaga.

Baca Juga :Pembangunan Stadion Gelora Dhaha Jayati Berlanjut 2026, Anggaran Rp 60 Miliar Fokus Atap dan Lampu

“Mengingat kedua pelaku masih berstatus pelajar dan di bawah umur, penanganan lebih lanjut dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Blitar Kota,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, warga Dusun Sukorejo digegerkan oleh penemuan seorang bayi perempuan di depan pintu rumah milik Sentot Edi Prayitno (38).

Kejadian bermula ketika Sentot sekitar pukul 22.00 WIB sedang makan di teras samping rumah. Ia mendengar suara seperti kucing menangis, tetapi setelah dicermati mirip tangisan bayi.

Saat mengecek ke depan rumah, ia menemukan sebuah tas di teras. Di dalamnya terdapat bayi perempuan yang dibungkus daster merah, masih lengkap dengan tali pusar dan ari-ari.

Baca Juga :DKPP Kota Blitar Kembali Gencarkan Vaksinasi PMK, Siapkan 225 Dosis untuk Peternak

Usai memastikan temuan tersebut, Sentot melapor ke perangkat desa yang kemudian diteruskan ke polisi. Bayi kemudian dibawa ke Puskesmas Udanawu untuk pemeriksaan kondisi awal.

Saat ini bayi dalam keadaan sehat dengan berat 2,2 kilogram dan panjang 46 sentimeter. Bayi tersebut telah dirujuk ke RSUD Srengat untuk perawatan lebih intensif.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *